Aa Gym: Jangan Kita Gelisah Karena Dunia

DAARUTTAUHIID.ORGSalah satu celah godaan syaitan adalah dihembus-hembuskannya rasa takut besok tidak bisa makan, takut rezeki kurang, takut tidak bisa menghidupi keluarga, sehingga hadirlah keraguan di dalam hati kepada Alloh Ta’ala.

Inilah gelisah yang dipicu urusan duniawi, kegelisahan yang sungguh menyiksa. Kegelisahan yang demikian hanya akan menyeret kita pada kegelapan yang semakin kelam.

Karena sudah terseret-seret oleh dunia yang fana, ditambah lagi jauh dari Alloh karena hati yang rapuh berpegang pada-Nya.

Padahal sudah pasti kepuasan yang dicari hawa nafsu tidak akan pernah ada habisnya, seperti minum air laut saat kehausan maka haus hanya akan makin menjadi-jadi sedangkan semakin banyak air laut yang diminum akan semakin rugi tubuh ini.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)? (QS. Fathir: 3)

Gelisah karena urusan dunia adalah bentuk jika kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang selama ini kita terima, sejak kita dalam kandungan hingga lahir di dunia.

Mengapa khawatir tidak dapat rezeki padahal selama ini rezeki yang kita terima tidak terhingga jumlahnya. Mengapa khawatir tidak bisa menghidupi keluarga, padahal setiap makhluk adalah ciptaan Alloh, milik Alloh, dan Alloh pula yang menjamin rezekinya.

Sedangkan jika kita tidak bersyukur maka kita sedang mengundang malapetaka lebih besar datang kepada kita. Na’udzubillaahi mindzalik!

Saudaraku, dunia ini kecil, sedangkan Alloh Maha Besar. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang disibukkan dengan kegelisahan karena urusan dunia.

Semoga Alloh memberikan keselamatan kita selama menjalani kehidupan di dunia. Wallahu a’lam bishowab. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan

_______________________________

DAARUTTAUHIID.ORG