Aa Gym: Ujung Kemaksiatan Seseorang Akan Berakhir Pada 2 Hal

DAARUTTAUHIID.ORGBiasanya Alloh membuka aib seseorang karena orang tersebut melakukan dosanya secara terus menerus. Misalkan orang yang mati karena oplosan, itu pasti karena sering mabuk-mabukan.

Kalau umat Islam melakukan dosa satu kali atau dua kali, pasti Alloh tutupi. Alloh memberikan kesempatan untuk taubat atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan hambanya.

Akan tetapi jika terus-terusan melakukan maksiat, habis maksiat kemudian berbuat maksiat kembali, maka kata Ibnur Umar jika ada orang secara terus menerus melakukan maksiat ujungnya ada dua.

Pertama, Alloh akan membuka dosa-dosa atau yang telah dilakukan. Kedua, Alloh akan mematikanya dalam keadaan su’ul khotimah.

Kalau yang pertama masih mending, kita masih ada kesempatan untuk bertaubat kalau kita menyadarinya.

Tetapi kalau kedua tidak kesempatan untuk bertaubat atau memperbaiki diri, kalau su’ul khatimah maka bisa dipastikan di akhirat hidupnya penuh dengan penderitaan.

Apapun yang sering dilakukan seseorang dalam kehidupannya maka kebiasaan itu akan melekat dalam hatinya, begitu pula kemaksiatan.

Semakin banyak maksiat yang diperbuat, maka akan muncul dan terulang pula memori itu saat ia meninggal.

Sebaliknya, jika seseorang selama hidup di dunia cenderung melakukan ketaatan dan hal-hal baik, maka hal yang paling banyak hadir saat dirinya sakaratul maut adalah memori ketaatan.

Lemahnya iman seseorang dapat melemahkan juga kecintaannya kepada Alloh Ta’ala. Malah semakin cinta dirinya kepada dunia.

Iman yang lemah dapat mendominasi hatinya dan tidak ada celah untuk cinta kepada Alloh kecuali sedikit bisikan jiwa, maka ia akan terdorong melakukan maksiat.

Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102).

Oleh karenanya, kita harus berupaya sekuat tenaga untuk meninggalkan maksiat. Kalau kita melakukan maksiat secepat mungkin bertaubat atau memohon ampun kepada Alloh, kita tidak pernah tahu kapan ajal kita akan dijemput.

Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan bermaksiat kepada Alloh, karena akhirnya hanya ada penyesalan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG