Belajar Dari Dakwah Nabi Saleh AS

DAARUTTAUHIID.ORGNabi Saleh ‘Alaihi Salam diangkat menjadi Nabi untuk melanjutkan masa kenabian Nabi Hud ‘Alaihi Salam berakhir. Nabi Saleh diutus Allah Ta’ala untuk berdakwah kepada kaum Tsamud, salah satu keturunan dari Nabi Nuh ‘Alaihi Salam.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum Tsamud diberi kelebihan oleh Allah dalam bentuk fisik yang kuat. Kaum Tsamud dapat mengukir dan memahat gunung-gunung berbatu sehingga menjadi bentuk yang sangat indah.

Selain itu juga diberikan kepandaian untuk mendirikan bangunan kokoh dan tinggi yang dijadikan sebagai tempat tinggal mereka.

Kaum Tsamud hidup dengan makmur di atas tanah yang subur, dengan tanah yang subur tersebut kaum Tsamud memilih untuk bercocok tanam, memelihara hewan ternak sehingga tidak ada yang merasa kelaparan.

Namun celakanya! Hidup kaum Tsamud jauh dari petunjuk dan hidayah Allah Ta’ala. Kepandaian yang ada dalam diri kaum Tsamud telah membuat kaum Tsamud sombong, sampai-sampai Kaum Tsamud menganggap diri meraka adalah kaum yang paling hebat dan kuat dibandingkan kaum-kaum lainnya.

Kaum Tsamud menyembah patung dan berhala yang dibuat oleh mereka sendiri. Senang mabuk-mabukan, membunuh, berzina, merampok, dan segala bentuk perbuatan maksiat dilakukan setiap harinya. Sehingga membuat Allah Ta’ala murka karena lupa pada nikmat dan karunia Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala kemudian mengutus Nabi Saleh ‘Alaihi Salam untuk mendakwahkan kaum Tsamud untuk kembali kepada jalan yang benar. Lalu Allah Ta’ala berfirman dalam surat Hud ayat 61 yang artinya:

Kepada (kaum) Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Namun, kaum Tsamud mengabaikan ajakan Nabi Saleh. Kaum Tsamud pun menyampaikan sebagaimana yang termaktub dalam surat Hud ayat 62 yang artinya:

“Mereka (kaum Samud) berkata, “Wahai Saleh, sebelum ini engkau benar-benar merupakan orang yang diharapkan di tengah-tengah kami. Apakah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.”

Intinya kaum Tsamud menolak kehadirannya, namun Nabi Saleh ‘Alaihi Salam tidak berputus asa dan mundur dari dakwahnya sebagaimana yang perintahkan Allah.

Nabi Saleh ‘Alaihi Salam tetap berusaha untuk menyebarkan agama Allah dan terus mencoba untuk memperbaiki akhlak kaum Tsamud.

Berkat kesabaran dan keteguhan Nabi Saleh, beberapa kaum Tsamud pun bersedia beriman kepada Allah Ta’ala. Kesabaran dakwah tersebut harus kita contoh dalam menyebarkan agama Allah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG