Cara Latihan Ikhlas

Pentingkah kita dianggap pinter? Maka jawabannya tidak penting. Yang terpenting adalah kita benar-benar pintar, terlepas dianggap atau tidak dianggap. Pentingkah kita dianggap orang yang berwawasan luas? Maka jawabannya tidak penting, yang terpenting adalah kita terus meluaskan wawasan kita. Jadi mulai dari sekarang berhentilah ingin diakui, dikagumi, dan dipuji orang lain agar dibilang keren. Karena keperluan kita hanya satu saja, yaitu bagaimana agar Allah Ta’ala. tetap suka dan ridho kepada kita.

Kemudian pertanyaannya adalah apakah kita boleh diketahui oleh orang lain? boleh jika niatnya untuk dakwah dan memberikan contoh atau keteladan yang baik, tetapi tidak selalu harus diketahui orang, harus banyak juga amal rahasia atau yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain.

Salah satu cara untuk melatih diri agar ikhlas dalam beribadah adalah dengan cara membiasakan diri dengan sebuah situasi, ada orang atau tidak ada orang maka tetap melakukan suatu ibadah karena keinginan sendiri, tidak ada yang berubah apapun keadaannya. Kalaulah tidak ada orang kemudian kita tidak melaksanakan suatu amalan secara maksimal maka pasti amalan tersebut tidak dilakukan dengan cara ikhlas mengharap ridho Allah Ta’ala.

Latihan berikutnya adalah dengan cara jangan ingin dipuji dan jangan takut dicaci. Kalau dipuji kita semangat dan tidak dipuji kita tidak semangat, maka pasti perbuatan amal tersebut bukan karena Allah Ta’ala. Pada dasarnya setiap pujian itu tidak akan mengubah apapun, begitu juga kalau dicaci tidak akan mengubah apapun, yang jelek tetap jelek dan yang keren tetap keren. Kalau seseorang kecenderungannya ingin selalu dipuji pasti kecenderungannya menjadi orang yang munafik, karena berbeda dengan tampilan dibelakang dan didepan. Ingat pujian itu sangat melelahkan, karena tidak setiap orang akan memuji kita dan tidak setiap orang akan menyukai kita.

Semoga kita senantiasa menjadi orang yang ikhlas dengan cara melatih diri sekuat mungkin, karena naluri manusia pada dasarnya ingin selalu dipuji, sebagian besar manusia banyak yang tenggelam dengan sebuah pujian, sehingga kehilangan orientasi hidup karena menuhankan pujian. Allahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *