Aa Gym: Jangan Lupa Ingatkan Diri, Kalau Kita Berbuat Baik Untuk Siapa?

DAARUTTAUHIID.ORG| Kita berbuat baik untuk apa dan untuk siapa? Kita berbuat baik untuk diri sendiri, karena setiap perbuatan itu akan kembali kepada diri sendiri.

Jika kita ditanya kenapa berbuat baik maka jawabannya cukup dengan mengatakan karena Allah sebagaimana Allah yang maha baik, Allah menyukai perbuatan kebaikan dan bersama orang-orang yang berbuat baik.

Berbuat baiklah dengan benar-benar berbuat baik, dari hati yang dalam atau melibatkan lubuk hati yang paling dalam. Tanpa mengharapkan apapun selain ridho Allah Ta’ala.

Kita tidak usah berlelah-lelah untuk memikirkan apa-apa pun, orang lain menghargai atau tidak, mengucapkan terimakasih atau tidak, dan membalas kebaikan kita atau tidak, karena hal tersebut bukanlah wilayah kita.

Ingat berbuat baik itu untuk kita, masa iya kita berbuat baik untuk diri kita sendiri kita hitung-hitungan? Kalau ada panggilan hati greget untuk berbuat baik, maka jangan ditunda dan jangan terlalu banyak mikir.

Misalkan kalau dijalan, lihat puting rokok yang masih menyala, maka segera dipindahkan, tidak perlu mengharapkan orang untuk membersihkannya.

Orang baik itu pasti menjadi pembicaraan bagi orang lain, karena kebaikan menenangkan bagi orang lain. Orang baik biasanya kalau ketemu murah senyum, ramah, dan kata-katanya juga tidak pernah melukai. Bukankah kalau kita melihat atau menonton orang baik membuat kita senang?

Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang baik, tanpa melihat status orang lain, yang kaya maupun yang miskin, karena dua-duanya adalah hamba Allah Ta’ala. Tidak melihat dan tidak memikirkan apa pun selain Allah yang melihat. Kebaikan kita tidak perlu dipamer dengan memposting di media sosial agar orang lain tahu.

Kalau niatnya sudah salah, pasti amalnya tidak diterima Allah. Kunci untuk berbuat baik maka ingat firman Allah Ta’ala surat Al-Isra ayat 7 yang berbunyi:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” (Abdullah Gymnastiar)

____________________

daaruttauhiid.org