Membiasakan Anak Untuk Membaca Sejak Dini

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Membaca adalah instrumen untuk menyerap ilmu pengetahuan. Ilmu sebagai suluh bagi kehidupan umat manusia, yang mengantar pada level peradaban. Membaca tidak hanya dimaknai dalam konteks tulisan, akan tetapi membaca dapat juga berupa kebiasan berpikir mendalam, merenung atau menafakuri ayat-ayat alam (qauniyah).

Membaca secara tekstual maupun dalam bentuk tafakur atas realita yang terjadi, hendaknya mengarah pada satu tujuan. Yaitu makin mendekatkan kita kepada Allah. Itulah sebabnya, kita dianjurkan untuk berlindung dari ilmu dan amal yang menjauhkan dari rida dan cinta Allah.

Membaca membuat manusia makin mengenal siapa dirinya. Ingatkah ungkapan yang menyebutkan bahwa barang siapa mengenal dirinya, ia akan pula mengenal Tuhannya? Di sinilah budaya membaca menemukan konteks atas ungkapan tersebut. Karena sungguh merugi bila seseorang merasa tahu akan sesuatu padahal sebenarnya ia tidak tahu apa-apa.

  1. Sediakan banyak buku bacaan

Bagi orang tua penting coba sediakan banyak bahan bacaan berupa buku yang relevan untuk anak. Membuat semacam perpustakan di rumah, untuk mempermudah anak dalam mengakses bacaan.

  • Luangkan waktu untuk membaca  secara khusus

Luangkan waktu setiap harinya untuk membaca. Agar membaca menjadi habbits bagi anak-anak atau kebiasaan yang selalu dibutuhkan.

  • Bacakan buku setiap hari

Peran orangtua dalam menumbuhkan minat baca bagi anak-anak, dengan cara orangtua sering membacakan buku untuk anak-anakanya. Orangtua juga harus rajin membaca dan membacakan buku pada anak setiap harinya. Waktu membacakan buku terhadap anak dapat dilakukan setelah anak selesai belajar atau sebelum ia tidur.

  • Mereview kembali setelah membaca buku

Mengingat, mengulang, dan menaplikasikan adalah cara untuk menikmati dari bacaan yang telah dilakukan, sehingga seseorang bisa merasakan manfaat dari membaca.

Membaca juga dapat memperkaya wawasan. Berjenis buku yang dilahap mengajak kita melanglang buana ke seluruh dunia, ke semua peradaban, kembali ke masa lalu atau berkelana ke masa depan. Kita pun bisa menelusuri jejak Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam, bersua dengan tokoh-tokoh inspiratif yang mengubah dunia, atau bermain dengan sosok rekaan di alam yang juga imajiner. Membaca menghadirkan dunia kecil, bisa dikunjungi setiap saat, tanpa batas dan tanpa syarat.