Meminta Pertolongan Allah

Suatu tanda akan lulusnya seseorang pada akhir perjuangannya adalah, jika selalu tawakal menyerahkan diri kepada Allah dari sejak awal perjuangan. Perumpamaan yang lainya adalah jika kita menaiki angkot menuju suatu tempat, tapi jika salah angkot maka tidak kita tidak akan sampai pada tempat tujuan.

Jika kita ingin dekat dengan Allah, maka satu-satunya yang tahu jalan bagaimana agar dekat dengan Allah, yaitu Allah itu sendiri. Oleh karena itu, jika ingin dekat dengan Allah mintalah kepada-Nya melalui berdoa agar diberi petunjuk dan tidak perlu menggantungkan diri pada orang lain.

Kalau kita memasuki sebuah hutan, maka pasrahkan diri kepada pemilik hutan. Lapor atau sampaikan kepada Allah bahwa kita ingin ke sebuah tempat, kemudian serahkan semuanya kepada Allah. Dengan tawakal kepada Allah, kita berharap akan dicukupkan segala keperluan dan dimudahkan segala urusanan.

Jadi kalau kita ingin mendekatkan diri kepada Allah, maka dari awal kita bulatkan hati kepada Allah. Dengan memohon pertolongannya, Allah berfiman dalam Al-Qur’an yang artinya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Ingat semua orang punya masalah. Apa yang kita cemaskan dan yang kita khawatirkan terhadap sebuah permasalahan Allah tahu semuanya. Allah juga tahu solusinya dan cara menyelesaikannya, mudah bagi Allah untuk menolong seorang hambanya, kalau sudah Allah tolong tidak mungkin akan gagal, yang ada adalah pasti terjadi.

Yang menjadi persoalan adalah apakah kita layak ditolong oleh atau tidak, apakah kita yakin kepada Allah? Apakah kita taat dan memenuhi syarat untuk ditolong oleh Allah Ta’ala? Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa siapa yang bertaqwa kepada Allah bagi jalan keluar. Hal tersebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq yang artinya: “..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,” (QS. At-Thalaq: 2)