Mencapai Bisnis yang Berkah

Bisnis merupakan salah satu sarana untuk mencari penghasilan, khususnya dalam dunia usaha. Bisnis yang maju dan berkembang bukan hanya sekedar berorientasi pada keuntungan atau omset atau hanya melakukannya dengan cara yang cepat, mudah, dan instan. Akan tetapi melainkan harus melalui proses panjang dan menguras tenaga. Hanya orang-orang tertentu yang mampu meraih kesuksesan dan mengatasi segala persaingan.

Adanya berkah dalam usaha yang dilakukan juga mempengaruhi kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Karena itu dalam memilih usaha sebaiknya jangan asal-asalan dan tetap berada dalam tuntunan Islam. Dalam agama Islam, pada dasarnya semua pekerjaan adalah pekerjaan yang baik asalkan ditempuh dengan cara yang baik pula, terutama untuk perniagaan dan pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan sendiri. Maksud dari pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan sendiri yaitu pekerjaan tanpa meminta-minta. Allah Ta’ala sendiri tidak menyukai perbuatan meminta-minta atau mengemis.

Beberpa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis adalah sebagai berikut:

Pertama, Melurukan Niat. Kita Perlu mengingat bahwa segala aktivitas yang kita lakukan tujuannya untuk ibadah dan mencapai keridhaan Allah Ta’ala. Begitu juga dalam berniaga, kita harus meluruskan niat yang baik agar hasilnya baik pula.

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالِّنيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْه

“Dari Amirul Mu’minin, Abu Hafsh Umar bin Al Khathab Radhiallahu Ta’ala ‘Anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya amal itu hanyalah beserta niat, dan setiap manusia mendapatkan sesuai dengan apa-apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barang siapa yang hijrahnya   karena dunia yang diinginkannya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa-apa yang ia inginkan itu.” (Diriwayatkan oleh Imamul Muhadditsin, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husein Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi, dalam kitab shahih mereka yang merupakan kitab hadits paling shahih)

Kedua, Membulatkan Tekad yang Kuat. Tekad yang kuat merupakan salah satu sifat yang paling penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Dalam berbisnis perlu membulatkan tekad yang kuat untuk bisa memulai dan bergerak. Jika memiliki tekad yang kuat, kita akan mampu menghadapi segala tantangan. Jika melakukan kesalahan, maka segera memperbaikinya demi hasil yang lebih baik. Tekad yang kuat perlu kita realisasikan dengan usaha yang keras. Karena kebanyakan orang tidak memulai bisnis adalah karena tekad yang tidak kuat, hanya sekedar kemauan belaka.

Ketiga, Berusaha dalam bidang yang halal. Halal dan haram harus menjadi perhatian besar dalam berbisnis. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang halal haramnya suatu produk atau jasa, karena itu akan berdampak pada keberkahan dan keridhaan Allah Ta’ala. Seperti menjual barang cacat atau rusak hukumnya haram dan Islam melarangnya. Secara tidak langsung jual beli tersebut termasuk penipuan dan tentunya akan menjauhkan bisnis dari keberkahan.

Wallahu a’lam bishowab

(Shabirin)