Menebar Keberkahan dari Serua: Babak Baru Kepengurusan Yayasan Pesantren Adzkia Daarut Tauhiid

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG — Suasana khidmat menyelimuti ruang utama Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Jumat (24/7/2026). Diiringi lantunan doa dan hawa sejuk khas Kota Kembang, momen bersejarah baru saja diukir. Pembina Pesantren DT secara resmi melantik jajaran pengurus dan pengawas Yayasan Pesantren Adzkia Daarut Tauhiid masa bakti 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi begitu istimewa karena disaksikan langsung oleh jajaran Santri Karya yang baru saja selesai menyimak Tausiyah Santri Karya. Hadir pula jajaran Pembina Pesantren DT, H. Abdurrahman Yuri (Aa Deda) serta Ir. Budi Faisal, M.A.UD., M.L.A., Ph.D., yang memberikan restu serta arahan untuk kelangsungan amanah besar ini.

Menjaga Aset Wakaf Terpadu di Serua

Yayasan Pesantren Adzkia Daarut Tauhiid memegang peran vital dalam ekosistem Daarut Tauhiid. Yayasan ini mendapat amanah besar untuk mengelola dan mengembangkan seluruh aset di Kawasan Wakaf Terpadu DT yang berlokasi di Serua, Tangerang Selatan.

Berdiri kokoh di atas tanah wakaf dan berada di bawah tanggung jawab Lembaga Wakaf DT, kawasan Serua kini bertransformasi menjadi pusat kemakmuran yang multidimensional. Pengelolaannya tidak hanya berfokus pada pilar pendidikan—mulai dari jenjang TK hingga SMA—tetapi juga meluas ke sektor eco green, dakwah, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menghidupkan Setiap Sudut Tanah Wakaf

Pengelolaan produktif di Serua terbukti membawakan keberkahan nyata. Setiap jengkal tanah ditata sedemikian rupa agar memberikan manfaat maksimal, baik bagi para santri maupun lingkungan sekitar.

Dr. Muhammad Iskandar, S.I.P., M.M., salah satu Pengawas Yayasan Pesantren Adzkia yang baru dilantik, menggambarkan betapa hidupnya kawasan tersebut melalui deretan program ramah lingkungan dan kemandirian pangan.

“Spot-spot ujung tanah wakaf dijaga dengan baik, tertata rapi, dan menghasilkan oksigen banyak dari tumbuh-tumbuhan. Ada juga peternakan bebek yang bertelur untuk konsumsi santri. Jadi, betul-betul sangat bermanfaat setiap sudut wakaf,” tutur Muhammad Iskandar penuh rasa syukur.

Ia menekankan bahwa pengelolaan produktif ini bukan sekadar urusan operasional harian, melainkan bentuk pertanggungjawaban spiritual kepada para dermawan yang telah berwakaf.

“Tanah wakaf kalau dikelola dengan baik, setiap sudutnya bermanfaat banyak kebaikan yang mudah-mudahan pahalanya mengalir kepada para muwakif,” tambahnya.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031 yang baru dilantik ini, semangat untuk menjaga, mengelola, dan memakmurkan tanah wakaf di Serua semakin bergelora. Sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa setiap bulir hijau daun, setiap telur yang dihasilkan, dan setiap ilmu yang diajarkan terus menjadi aliran pahala jariah yang tak pernah putus bagi para muwakif(WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.ORG