Mengapa Islam Melarang Khamr? Simak Penjelasan Detailnya

DAARUTTAUHIID.ORG | Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar bahwa minum khamr adalah hal yang dilarang dalam Islam. Namun kenyataannya, banyak orang, bahkan di negara mayoritas muslim seperti Indonesia yang masih menganggap minuman itu sebagai “teman pelipur lara” saat masalah datang.

Ada yang merasa alkohol bisa membuat mereka lupa sejenak, atau lebih berani menghadapi hidup. Padahal, setelah efeknya hilang, masalah justru menumpuk dan kadang membawa persoalan baru.

Salah satu alasan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman. Sebagian orang tidak benar-benar tahu mengapa Islam mengharamkan khamr. Padahal larangan itu bukan sekadar aturan, tetapi bentuk kasih sayang Allah agar kita terhindar dari bahaya.

Berikut alasan mengapa khamr begitu dihindari dalam Islam, dijelaskan dengan bahasa yang lebih dekat dengan keseharian.

1. Khamr Merusak Tubuh Pelan-Pelan

Tubuh adalah amanah yang harus kita jaga. Sayangnya, alkohol merusak organ penting secara perlahan. Banyak kasus orang keracunan minuman keras atau jatuh sakit setelah mengonsumsinya. Kalau kita sayang diri kita, jelas kita tak ingin sesuatu yang menggerogoti kesehatan masuk ke tubuh kita.

Kedua, Menghilangkan Kendali Diri

Saat seseorang mabuk, pikirannya tidak lagi jernih. Akal yang biasanya bisa menimbang baik dan buruk menjadi kabur. Di kondisi ini, seseorang bisa melakukan hal-hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, menyakiti diri sendiri, membuat keputusan buruk, bahkan terlibat masalah hukum. Semua itu bermula dari hilangnya kesadaran sesaat.

3. Menjerat dalam Kecanduan

Alkohol adalah zat adiktif. Sekali terbiasa, seseorang bisa terus mencari-cari alasannya untuk minum. Ketika kecanduan itu muncul, hidup perlahan kehilangan kendali, keuangan berantakan, pekerjaan terbengkalai, hubungan dengan keluarga retak, dan emosinya sulit stabil. Kecanduan selalu dimulai dari “cuma sedikit”.

Melarang khamr bukan berarti membatasi kebebasan manusia. Justru larangan itu hadir agar kita tetap bisa menjaga akal, kesehatan, dan hidup kita tetap berjalan baik. Semoga kita semua mampu menjaga diri dari hal-hal yang bisa membawa lebih banyak mudharat daripada manfaat. (Arga)