Tawakal Bukan Untuk Dikatakan Dan Ditampakan

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Kalau Allah tidak menolong maka kita tidak  ilmu apa pun, kalau Allah tidak menolong kita tidak bisa memahami apapun, kalau Allah tidak menolong maka kita tidak akan bisa mengamalkan apapun, dan semuanya yang terjadi hanya dengan karunia dan pertolongan Allah semata. Makanya perlu tawakal kepada Allah Ta’ala.

Dalam Islam tawakal itu tidak untuk dikatakan atau ditampakan secara lahir agar diakui sebagai orang tawakal tapi ada dalam hati. Tawakal itu menyerahkan dan mewakilkan semua urusan kita kepada Allah,  karena yakin Allah maha tahu segala-galanya, maha kuasa atas segala-galanya, dan apapun yang menimpa kita baik yang kecil maupun besar tidak akan terjadi selain atas kehendak Allah.

Kenapa kita harus menjadi hamba yang tawakal? Maka kata kunci dan jawabannya ada dalam Al-Qur’an dibeberapa ayat disebutkan tentang tawakal. Salah satu surat Ali-imran ayat 159 yang artinya: “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”

Kalau sudah kita menyakini ayat ini maka selesai urusan kita. Namun, perlu dipahami bahwa orang tawakal itu bukanlah orang yang pasif, akan tetapi memaksimalkan ikhtiar. Seperti yang dilakukan oleh Rosullulah Shallahu ‘alaihi wassalam menyempurnakan ikhtiar ketika ingin berperang, melakukan musyawarah, mengintai musuh, menggunakan baju besi, dan menyiapkan segala persiapan sebagai bentuk ikhtiar.

Jadi, kalau kita tawakal maka setidaknya ada dua hal yang tidak boleh lepas. Pertama, ikhtiar dan yang kedua adalah meminta pertolongan Allah. Hal tersebut telah digambarkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya: “Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.”

___________________

daaruttauhiid.org