Aa Gym: Cara Menyikapi Kekurangan Orang Lain

DAARUTTAUHIID.ORGSegala puji bagi Alloh Ta’ala yang Maha Pencipta segala apa yang ada di muka bumi. Baik yang tampak maupun tidak tampak.

Kita semua adalah ciptaan Alloh Ta’ala dan berada dalam kekuasaan Alloh dan pasti akan kembali kepada Alloh. Sholawat semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Tidak ada satu manusia pun yang luput dari kesalahan ataupun dosa dan setiap manusia pasti dianugrahkan kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dan kekurangan merupakan ladang amal bagi setiap manusia, termasuk kekurangan dan kesalahan orang lain.

Kekurangannya adalah ladang amal bagi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Sedangkan kesalahan merupakan ladang amal bagi setiap manusia untuk memaafkan dan tidak meniru kesalahan yang pernah dilakukan.

Kalau ada orang yang menghina kita, maka sesungguhnya hinaan orang tersebut tidak akan merugikan kita sedikit pun.

karena yang rugi adalah orang yang menghina kita. Orang yang menghina kita akan kehilangan pahala kebaikan yang pernah ia dilakukan.

Kalau pahalanya tidak cukup untuk menebus kesalahan yang dilakukan kepada kita, maka dosa kita yang akan ditransfer kepada orang yang menghina kita.

Oleh karena itu, janganlah membalas hinaan dan meniru keburukan orang, kalau kita meniru keburukan orang lain maka kita sama buruknya dengan orang tersebut.

Lantas apa yang harus kita lakukan? Sikap terbaik ialah memaafkan orang yang menghina kita, tidak meniru perbuatan buruknya, dan lebih baik lagi kalau kita mengingatkan orang yang berbuat salah.

Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an berfirman yang artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf ..” (QS. Al A’rof: 199)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam merupakan pribadi yang sangat pemaaf. Tidak ada keburukan orang sebesar apapun yang tidak dimaafkan oleh Rosullullah, melainkan pasti beliau balas dengan kebaikan.

Misalkan ketika diusir dan disakiti oleh penduduk Thaif, Rosullulah justru mendoakan penduduk Thaif supaya kelak menjadi orang-orang yang beriman kepada Alloh Ta’ala.

Maka bersikap bijaklah pada kekurangan orang lain dengan cara memaafkan dan membantu orang lain untuk menjadi lebih baik lagi.

Memaafkan orang lain bukan berarti menandakan kelemahan, melainkan justru bukti dari kekuatan seseorang. Semoga kita mampu menjadi orang-orang yang bijaksana menyikapi kekurangan orang lain. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG