Aa Gym: Coba Perhatikan, Inilah Timbangan Amal Terberat di Akhirat

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Dalam sebuah hadits di sebutkan dimana baginda Rosullulah Shallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya, “mengapa Rosullulah diutus ke bumi? Jawaban Rosullulah sangatlah simpel, tapi merupakan inti kesuksesan dunia dan akhirat.

“Innamal buistu liuttamimal ahkhlaq”, yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.”

Jadi Nabi Muhammad berkeringat, bersimba air mata dan darah, berjuang siang dan malam, mengerahkan segala daya upaya semata-mata hanya ingin agar manusia ini memiliki akhlaku karimah. Kenapa harus dengan akhlak? Karena bahagia itu hanya ada pada manusia yang memiliki akhlaku yang mulia.

Mulia itu hanya ada pada akhlakul karimah dan kita akan selamat jika kita memiliki akhlakul karimah. Masalah terbesar dalam kehidupan manusia adalah masalah akhlak. Silakan kita simak dari semua berita, pasti semua yang bermasalah tersebut karena masalah akhlak.

Apa keutamaan akhlakul akhlakul karimah? Suatu saat ditanya ya Rosullulah  siapa orang yang utama imannya? Maka jawaban Rosul adalah “ahsanul khuluqo”, yaitu orang yang paling baik akhlaknya.

Kalau kita ingin mengetahui siapa yang paling benar pemahaman keislamannya  dan paling bagus Islamnya? Maka sederhana sekali jawabannya maka cukup dengan melihat bagaimana akhlak.

Hadits lain disebutkan bahwa Rosullulah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda “aku jamin istana dipinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, aku jamin rumah di istana bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun  dalam bergura, dan aku jamin surga bagi orang yang bagi orang yang berakhlakul karimah”.

Bagaimana jika ada orang yang ibadahnya pas-pasan alias standar saja? Tapi kalau akhlaknya mulia maka derajatnya seperti orang yang ahli tahajud dan ahli shaum, meskipun tidak mengerjakan tapi terkejar oleh kemuliaan akhlak. Timbangan apakah yang terberat diakhirat nanti? Sholat, shaum, atau haji? Timbangan terberat adalah akhlakul karimah. Maka pertanyaan selanjutnya adalah akhlak datang dari mana? Akhlak itu datang dari hati. Kalau akhlak kita baik maka prilaku kita juga akan baik, jika akhlak kita buruk maka prilaku kita kan buruk juga. Sebagaimana hadits Nabi menyebutkan:

“Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya aka rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu.” (Abdullah Gymnastiar)

___________________

daaruttauhiid.org