Aa Gym: Jangan Jadi Orang ‘Abu-Abu’

DAARUTTAUHIID.ORGSemua sesusahan, keburukan, kesedihan, dan kesempitan yang menimpa diri kita adalah bentuk undangan dari Alloh Ta’ala kepada diri kita selaku hambanya.

Begitu juga dikala kita melakukan maksiat, itu merupakan cara untuk mengundang Alloh dalam mengingatkan kita sebagai seorang hamba. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro: 30)

Oleh karena itu, dikala kita melakukan suatu kemaksiatan maka segeralah sadar dan bertaubat. Ingatlah bahwasannya, apapun yang kita lakukan berada dalam pengawasan Alloh Ta’ala.

Tidak ada satupun keburukan yang kita lakukan kecuali pasti akan kembali kepada kita dan pasti ada perhitungannya di hadapan Alloh Ta’ala.

Kita mengetahui bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Alloh Ta’ala. Manusia juga bukan setan yang selalu membangkang kepada Alloh.

Akan tetapi, hal itu sama sekali bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi manusia galau, plin-plan, atau abu-abu, yaitu ia yang sholat jalan maksiat pun jalan.

Pada dasarnya Alloh Maha Tahu apa yang kita sembunyikan, sekalipun dalam hati yang tidak terlihat. Alloh Maha Tahu mana hambanya yang benar-benar khilaf kemudian bertaubat dan mana yang memang munafik.

Ketika berbuat maksiat, maka sikap terbaik yang harus dilakukan ialah segera mengerem diri, segera menghentikannya, membaca istighfar sebanyak-banyaknya, lalu bertekad untuk meninggalkannya dan tidak mengulanginya kembali.

Satu langkah yang kita lakukan dalam meninggalkan kemaksiatan, maka seribu langkah pertolongan Alloh akan menghampiri kita.

Begitu juga satu langkah yang kita ikhtiarkan dalam bertaubat, maka seribu langkah ampunan Alloh akan datang kepada kita. MasyaAllah.

Sadarilah, bahwa tidak ada manfaat apapun dari maksiat yang kita lakukan, melainkan hanya dosa dan penyesalan yang akan kita rasakan dikemudian hari.

Semoga kita dijauhkan dari perbuatan maksiat dan didekatkan pada jalan kebaikan, tidak hanya sesaat akan tetapi selamanya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG