Aa Gym: Sekaya Apapun Seseorang, Hanya Amalanlah Yang Akan Dibawa

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Kita pasti meninggal. Kematian itu tidak akan melihat siapa pun diri seseorang, muda atau tua, kaya atau miskin, perempuan atau laki-laki. Setiap umat pasti ada ajalnya.

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

Jika datang saatnya yang sudah ditetapkan. Maka tidak bisa diakhirkan dan tidak bisa juga dimajukan, walaupun hanya sekejap.

Apa yang dibawa? Tidak ada yang bisa dibawa sama sekali, yang dibawa hanya amal shaleh. Rosululloh shallahu ‘alaihi wassalam  bersabda:  

‎(( يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُه ))

 “Ada tiga perkara yang mengiringi mayat. Yang dua kembali, sedangkan yang satu tetap tinggal bersamanya. Mayat diiringi oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap mengiringinya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim).

Sedangkan mati adalah sesuatu yang misteri dan ghaib yang tidak diketahui manusia. Allah merahasiakan kematian dalam tiga hal, diantaranya sebagai berikut:

Pertama, waktu.

Kita pasti mati pada waktu yang telah ditetapkan. 120 hari di Rahim ibu sudah ditetapkan kapan kita akan meninggal akan mati. Tidak ada yang bisa mengakhiri kehidupan itu, kecuali waktu yang akan mengakhirinya, karena setiap kita punya waktu masing-masing dan setiap waktu punya ajalnya sendiri. Sebagaimana firma Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A’raf: 34)

Kedua, Tempat. Kita pasti mendatangi tempat kematian kita yang sudah ditetapkan oleh Allah, dimana pun kita berada tanpa melihat batas apapun.

Ketiga, Caranya. Kita tidak tahu bagaimana cara kita meninggal, tapi yang pasti Allah juga sudah menetapkan bagaimana cara kita meninggal.

Semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah, makna husnul khotimah merupakan sebuah akhir yang baik. Maksud akhir yang baik adalah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik atau diridhai oleh Allah Ta’ala. (KH. Abdullah Gymnastiar)

______________________

daaruttauhiid.org