Aa Gym: Zikir Itu Komunikasi Hamba Kepada Penciptanya

DAARUTTAUHIID.ORG Saudaraku, deraskanlah zikir menyebut nama Allah dalam lisan dan perbuatan kita, bahkan hati kita. Orang yang sering berzikir ada|ah orang yang akan sering diingat pula oleh Alloh Ta’ala.

Sebagaimana dalam firman-Nya, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. al-Baqarah: 152)

Betapa indah jika Alloh senantiasa hadir dalam hati kita, kapan dan di mana pun kita berada. Saat dipuji, maka Alloh ada di hati kita sehingga kita segera membungkus pujian itu dan mempersembahkannya hanya kepada-Nya.

Saat dicaci, maka Alloh pun ada di hati kita, sehingga kita segera bermuhasabah diri sembari meyakini tiada satu pun kejadian kecuali atas kekuasaan Allah Ta’ala.
Membiasakan hati untuk selalu berzikir mengingat Alloh akan membuat hidup kita senantiasa terbimbing oleh-Nya.

Hati yang berzikir kepada Alloh akan menjadi pendorong bagi kita untuk senantiasa bersyukur dan beribadah kepada-Nya. Hanya melakukan apa saja yang Alloh ridhai.

Mengapa seseorang banyak sekali berkeluh kesah? Karena ia punya banyak kesempatan untuk melakukannya.

Sedangkan jika ia menggunakan kesempatan yang luang itu untuk lebih banyak berzikir, maka dengan sendirinya kesempatan untuk berkeluh kesah akan berkurang, dan semakin berkurang hingga tidak ada sama sekali.

Banyak zikir itu selain menjauhkan kita dari perbuatan yang sia-sia, juga mendatangkan pahala dan ketenangan dalam hati kita. Ketenangan yang menjadi sumber kekuatan untuk kita memperbaiki diri.

Allah memang gaib, kita tidak bisa melihatnya. Tetapi, jika seseorang memiliki iman yang kuat, walaupun Alloh tidak tampak pada pandangan matanya, namun ia yakin selalu ada dalam pengawasan-Nya.

la meyakini ltu seolah sedang melihat Allah secara langsung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menerangkan hal ini sebagai konsep ihsan.

Ketika malaikat Jibril bertanya kepada, Rasulullah mengenai ihsan, maka beliau bersabda, “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Semakin kuat iman seseorang, maka semakin mudah ia untuk selalu ingat kepada Alloh Ta’ala.

Sebaliknya, semakin lemah imannya, maka akan semakin jauh dia dari mengingat Alloh, Kita perlu mengukur kadar keimanan kita. Mengukurnya bukan dengan pengakuan lisan, tapi dengan kejujuran hati.

Ada orang yang ingat kepada Alloh hanya ketika ditanya saja. Jika tidak ditanya, maka dia lupa. Semakin seseorang ingat terus kepada Alloh, dalam setiap keadaan, maka itu tanda iman yang bagus.

Semakin imannya bagus, yakin kepada Alloh, maka dunia ini baginya semakin tidak menarik. Mengapa? Karena yang menarik baginya hanyalah Alloh.

Semakin imannya bagus, maka semakin tidak tertarik ia untuk bergantung kepada makhluk. Mengapa? Karena satu-satunya tempat bergantung baginya hanyalah Alloh. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan

_________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG