Ada 3 Jenis Hati Pada Manusia

Di dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Kalau ia baik, maka baiklah semuanya. Namun, kalau ia buruk, maka buruklah semuanya. Segumpal daging itulah yang disebut dengan hati. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu`alaihi wa Sallam bersabda:

“Dan ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada tiga jenis hati manusia. Ketiganya adalah qolbun mayyit, qolbun maridh dan qolbun salim.

Pertama, qolbun mayyit atau hati yang mati. Orang yang memiliki qolbun mayyit, jahatnya lebih jahat dari binatang sebab jahatnya menggunakan akal. Kondisi hati ini juga tidak memiliki kehidupan dan tidak mengenal Tuhannya. Orang dengan hati ini maka akan memuaskan apa yang disukainya.

Kedua, qolbun maridh atau hati yang sakit. Dia bisa saja beriman, tapi penyakit hatinya banyak. Ciri khasnya tidak pernah tentram, galau, was-was, cemas, tidak menikmati hidup. Orang dengan hati yang sakit memiliki perasaan iri hati, arogan, sombong, ujub, takabbur dan penyakit hati yang lain.

Ketiga, qolbun salim. Inilah orang yang hatinya bersih dan mulia. Orang yang bahagia hidupnya karena tidak ada penyakit di hatinya. Hati yang sehat dan memiliki kesempurnaan serta kekuatan sesuai dengan fungsi yang sebagaimana ditetapkan-Nya.

Penyakit hati merupakan kerusakan yang menimpanya, yang merusak pandangan dan keinginannya terhadap kebenaran. Seseorang yang berpenyakit hati tidak melihat kebenaran sebagai kebenaran. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah : 125)

Mudah-mudahan kita memiliki hati yang bersih karena bahagia dan mulia itu adalah Qalbun Salim. Semoga kita juga terhindar dari berbagai berbagai macam penyakit hati yang membuat kita menderita di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bishowab. (Shabirin)

 

 

Bagi Jama’ah sekalian yang tertarik untuk berkontribusi terhadap syiar dakwah dan wakaf untuk pembangunan sarana ibadah & belajar santri, bisa menyalurkannya melalui rekening berikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI) 9255.373.000 an Yayasan Daarut Tauhiid

www.daaruttauhiid.org