Adab Sedekah Menurut Imam Ghazali

DAARUTTAUHIID.ORG | Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, tidak akan mengurangi harta, dan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Orang yang bersedekah dijanjikan naungan di hari akhir kelak. Agar mendapat manfaat-manfaat tersebut, bersedekah harus dengan niat ikhlas dan memperhatikan cara serta adab yang benar.

Adab-adab bersedekah dalam Islam telah dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya yang berjudul Al-Adab fid Diin dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah) pada halaman 438. Terdapat delapan poin yang bisa kita petik dari uraian Imam al-Ghazali:

Pertama, hendaknya memberikan sedekah sebelum diminta. Sedekah adalah inisiatif sendiri yang bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu sampai ketika kotak amal diedarkan ketika shalat Jum’at.

Kedua, ketika memberikan, lebih baik tidak diketahui orang lain. Sedekah kepada perorangan sebaiknya dilakukan tanpa diketahui orang lain. Selain untuk menjaga privasi, adab ini juga untuk menjaga diri dari sifat riya.

Ketiga, menjaga kerahasiaan setelah memberikan. Tidak beradab ketika kita mengumbar sedekah kita demi pujian, karena hal itu akan menghilangkan pahala dari amal shaleh kita.

Keempat, bersikap ramah terhadap orang yang memintanya. Tangan yang memberi memang lebih utama daripada tangan yang menerima.
Namun ketika memberikan sedekah, kita harus menjaga sopan santun, tidak boleh merasa sombong dan memandang rendah orang lain.

Kelima, tidak menjawab dengan penolakan. Ketika ada permintaan untuk bersedekah, selama tidak ada halangan tertentu, sangat dianjurkan untuk tidak menolak kesempatan beramal shaleh.

Keenam, hendaknya menjawab dengan suara lirih ketika menolak. Maksudnya, kalau kita belum bisa bersedekah ketika ada permintaan, kita diperbolehkan menolak. Tetapi penolakan tersebut harus disampaikan dengan baik dan lembut.

Ketujuh, menghindari sifat bakhil. Bakhil sama dengan kikir atau pelit, yaitu menahan harta yang seharusnya dikeluarkan. Tidak baik memberi sedekah dalam jumlah sangat sedikit sedang ia diberi Allah kelimpahan harta.

Kedelapan, tidak menarik kembali pemberian sedekah. Setan tidak suka kita beramal shaleh, ia akan membisikkan kita untuk menarik kembali sedekah yang telah diberikan dengan berbagai alasan.

Apa yang telah kita sedekahkan telah menjadi nikmat pemberian Allah bagi yang menerima.

Demikian bagian dari adab-adab bersedekah menurut Imam Ghazali. Mari kita evaluasi apakah sedekah kita selama ini sudah memperhatikan adab-adab tersebut.

Semoga kita jadi lebih termotivasi untuk bersedekah dengan lebih baik lagi. Wallahu a’lam bishowab.

_____________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG