Disiplin dalam Berusaha

Kedisiplinan merintis dan menjalankan sebuah usaha adalah modal dasar yang harus dimiliki setiap calon wirausahawan. Dengan modal inilah, seorang wirausahawan akan merintis sebuah usaha dengan tegar, menghadapi masa-masa sulit di mana usaha belum menghasilkan, sabar menghadapi godaan untuk segera angkat kaki karena melihat usaha lain yang tampak lebih menjanjikan, serta tangguh dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul.

Kedisiplinan ini bukan menyangkut ketaatan pada aturan semata, tetapi menjadi cara hidupnya. Tidak hanya dalam menjalani usaha, tetapi juga dalam menjalani hidupnya. Seorang wirausahawan harus membangun kedisiplinan ini dalam sikap dan cara hidupnya. Ia harus terus mendisiplinkan dirinya. Mulai dari jam bangunnya, ia harus bergerak cepat dan segera. Beruntunglah bagi seorang muslim yang telah memiliki sarana untuk mendisiplinkan diri dalam mengatur irama hidupnya, seperti melalui salat lima waktu. Tidak diragukan, bila seorang muslim senantiasa menjaga waktu salatnya, akan dapat menumbuhkan kedisiplinan dalam mengatur waktunya setiap harinya.

Sangatlah sulit mengharapkan keberhasilan suatu usaha, apabila seorang wirausahawan tak mampu membangun kedisiplinan dalam mengatur waktunya. Hal ini, akan berpengaruh pula pada sikap dan caranya dalam menangani usaha. Seorang yang tidak disiplin selain akan banyak kehilangan peluang yang sesungguhnya bisa diraih, pun bisa menyebabkan kekecewaan kepada konsumennya. Apabila kekecewaan konsumen terus dibiarkan, bisa dikatakan mustahil sebuah usaha dapat berkembang dan berhasil. Bahkan, usaha yang telah berkembang pun bisa mengalami kebangkrutan bila pengusahanya tak mampu disiplin dalam masalah waktu: terlambat memenuhi pesanan, serba lambat dalam melayani konsumen, dan seterusnya.

Selain disiplin dalam masalah waktu, kedisiplinan dalam membelanjakan harta untuk kebutuhan hidupnya pun sangat dituntut bagi seorang wirausahawan. Bersahaja dalam hidup, adalah jalan hidup yang harus dimiliki seorang wirausahawan. Jebakan pada para calon wirausahawan pemula, adalah keinginan untuk tampil lebih daripada kemampuannya agar tampak bonafide, tanda kesuksesan, atau sekadar gaya, yang semua itu muncul dari sikap ketidakdisiplinan yang menginginkan menikmati hasil sebelum proses berlangsung.

Gaya hidup mewah atau tak tahan ingin menikmati hasil, hanya akan membawa seorang pengusaha pada satu keadaan: kebangkrutan usaha dan kegagalan. Sikap hidup mewah hanya memboroskan harta kekayaan yang dimiliki, bahkan akan menghabiskan modal usaha yang digunakan. Karena itu, disiplin dalam membelanjakan harta dengan sikap hidup bersahaja adalah satu keharusan. Namun, sikap hidup bersahaja tidaklah identik dengan kekikiran atau bakhil.

Hal terakhir yang perlu ditegakkan dalam sikap dan gaya hidup seorang wirausahawan adalah disiplin dalam membangun kejujuran. Kejujuran merupakan modal yang sangat dasar dalam sebuah usaha, bahkan dalam kehidupan secara umum. Di atasnyalah seluruh rangkaian transaksi dan hubungan dijalin. Menjaga kejujuran akan membangun kepercayaan dan di atas landasan ini sebuah usaha akan dapat berkembang. Tanpa kejujuran, sebuah usaha tidak bisa diharapkan.

Disiplin dalam menjalani usaha dengan sikap jujur, tidaklah mudah. Selalu ada godaan untuk menyimpang dan berlaku curang, dari hal-hal kecil hingga besar-besaran. Hal-hal kecil yang dianggap biasa, akan membangun karakter dan mental tidak bisa dipercaya, oleh karena itu sejak awal harus dibersihkan dari seorang wirausahawan. Hal kecil itu misalnya, memark-up bukti pembayaran (kuitansi), memanipulasi kualitas barang, atau sekadar mencampurkan barang berkualitas buruk di antara yang baik. Semua itu, tampak menguntungkan dalam jangka pendek, padahal dalam jangka panjang hanya merusak reputasi dan menutup jalan kelangsungan usaha. Tidak ada jalan lain, hindari dan tinggalkan, dengan tetap berdisiplin dalam sikap hidup yang disiplin.

Perencanaan usaha dapat membantu seorang wirausahawan untuk berdisiplin dalam menangani usahanya, begitu pula dengan sebuah agenda dapat membantunya dalam menjalani harinya dengan terencana dan disiplin. Disiplin dalam menjalani hidup, membawa seseorang untuk disiplin pula dalam menangani usahanya. (daaruttauhiid)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *