Diundang ke Kantor Pusat BNPB, Aa Gym Tegaskan Covid Bukan Konspirasi

KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan, data virus Covid-19 bukanlah rekayasa atau konspirasi semata. Hal itu beliau dapatkan ketika diundang ke kantor BNPB yang sekaligus kantor pusat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Ditemui Letjen TNI Doni Munardo, Aa Gym berdiskusi panjang mengenai penyebaran virus Covid-19.

Dalam video yang diunggah di akun instagramnya, Aa Gym menyatakan syukur karena telah diundang langsung mengunjungi Graha BNPB.

“Alhamdulillah Aa diundang Pak Doni bisa bersilaturahmi di BNPB. Insya Alah semoga informasi ini bermanfaat,” kata Aa Gym, Senin (10/8).

Berdikusi di ruang pusat data, Aa Gym mendapatkan penjelasan langsung dari Doni Munardo, bahwa data Covid-19 merupakan data asli bukan hasil konspirasi yang saat ini banyak disebarkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

“Inilah data yang nyata, jadi nyata sekali ini adalah hal yang sangat serius. Bukan konspirasi. Bukan rekayasa,” katanya.

Aa Gym berharap dengan informasi ini maka pandemi disikapi dengan serius. Tidak dengan kebodohan atau kekonyolan dan kelalaian.

Dalam pesannya kepada seluruh umat Islam, Aa Gym menyatakan, yang terpenting dalam Islam adalah menjaga diri dari kebinasaan. Apa pun yang mengundang kemudaratan lebih diutamakan dan diperhatikan daripada yang mendatangkan kemanfaatan.

“Bencana ini nyata. Siapa pun yang menganggap (pandemi ini) remeh, rekayasa, atau konspirasi adalah membodohi diri dan artinya menzalimi diri dan orang lain,” katanya.

Aa Gym menegaskan sudah saatnya menyadari bahwa umat sedang diuji oleh Allah. “Dan Allah sangat menyukai orang yang sungguh-sungguh. Dan orang yang all out atau sungguh-sungguh pasti Alah akan menunjukkan tuntunan-Nya lebih banyak lagi untuk kita. Wabah ini tanggung jawab kita bersama, untuk kita menyikapinya dengan benar. Mudah-mudahan ada hikmahnya,” katanya. (Elga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *