DKM DT Sukses Gelar Pelatihan Muadzin

Pelatihan Muadzin angkatan pertama sukses digelar oleh DKM Daarut Tauhiid (DT), di Aula Daarul Hidayah Masjid DT Bandung, pada Sabtu (28/9). Sebanyak 30 orang peserta tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh UstazAgus Mubarak, Ketua DKM DT, dan Ustaz Ramdhan al-Hafidz, selaku pemateri utama.

“Pelatihan Muadzin ini adalah pelatihan perdana di Masjid DT Bandung, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin memperbaiki bacaan adzannya, dan menambah ilmu tentang management masjid. Mudah-mudahan dengan diadakannya pelatihan ini, ketika adzan bisa lebih baik lagi, dan bisa jadi dakwah kepada yang mendengar, supaya tergugah untuk melaksanakan salat lima waktu. Mudah-mudahan juga untuk yang non muslim bisa tertarik belajar islam dari keindahan suara muadzin,” kata Daud, PenanggungJawab Kegiatan.

Ia juga mengungkapkan, peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di wilayah Bandung. “Peserta yang hadir dari berbagai daerah. Ada yang aktifis masjid, muadzin, juga mahasiswa. Biaya yang dikenakan dalam pelatihan ini, akan dikembalikan lagi kepada peserta berupa konsumsi, dan sertifikat. Adapun untuk peserta yang tidak memiliki biaya, masih diperbolehkan untuk mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.

Daud juga menyampaikan, pelatihan tersebut tidak dibatasi usia. Terbukti peserta termuda yaitu Muhammad Arfa Argifayad, yang berusia 6,5 tahun, asal Cicalengka, Kabupaten Bandung. Arfa yang datang bersama ibunya, sangat antusias ketika diminta mencontohkan adzan di hadapan para peserta yang lain.

Tina, ibu dari Arfa menyampaikan keinginan anaknya untuk menjadi Muadzin di Masjidil Haram.“Motivasi mengikuti pelatihan ini, supaya menambah wawasan dan pengalaman, karena di lingkungan kami adzannya suka terlambat, dikarenakan muadzinnya sudah sepuh. Jadi saya punya keinginan bahwa anak saya yang nanti akan menjadi muadzin. Sekarang latihan dulu supaya bacaannya benar dan indah. Di rumah juga ikut private adzan, karena katanya dia punya cita-cita jadi Muadzin di Masjidil Haram,” paparnya. (Fatimah)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *