Siapa Wanita Yang Disebut Sebagai Ahli Surga?

DAARUTTAUHIID.ORGIslam sangat memuliakan wanita dan memberikan kedudukan khusus untuk mereka. Dalam meneguhkan kedudukan tersebut, Allah Ta’ala sampai menurunkan surat An-Nisa guna menjelaskan kepada umat manusia mengenai segala hal terkait wanita.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga memberitahukan bahwa perhiasan terbaik yang ada di dunia, yakni wanita salihah.

Dari Abdullah Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah pernah bersabda, dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim).

Bahkan Islam telah menunjuk empat sosok wanita terbaik yang dijadikan ahli surga dan teladan bagi kaum hawa di muka bumi.

Mereka adalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim, Khadijah binti Khuwalid, dan Fatimah binti Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wassalam.

Dari Anas bin Malik, Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Sebaik-baik wanita di alam semesta sekaligus pemuka ahli surga ada empat. Mereka adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah Khadijah binti Khawailid dan Asiyah, istri Firaun.” (HR. Muslim, Hakim, dan Ahmad).

Seperti apakah kisah keempat sosok wanita terbaik dalam Islam yang menjadi penghuni surga tersebut? Simak kisahnya dalam artikel bawah ini selengkapnya.

Meringkas buku 33 Kisah Wanita Super Hebat di Masa Lalu karya Arum Faiza, berikut adalah kisah wanita terbaik dalam Islam yang bisa dijadikan teladan bagi para Muslimah.

Maryam binti Imran

Maryam binti Imran adalah wanita terbaik dalam Islam yang disebutkan pertama kali oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia adalah sosok wanita mulia yang selalu menjaga harga dirinya dan taat beribadah kepada Allah Ta’ala.

Karena itulah, Allah memilihnya untuk menjadi ibu dari Nabi Isa ‘alaihi salam dengan tetap menjaga kegadisannya. Namun, karena kehamilannya terjadi tanpa seorang suami, hidup Maryam pun menjadi tidak mudah.

Bahkan, ia sampai mengasingkan diri demi melindungi keselamatan bayinya. Setelah kelahiran Nabi Isa, Maryam mendidiknya dengan kasih sayang dan penuh kesabaran.

Asiyah binti Muzahim

Asiyah binti Muzahim merupakan istri dari Fir’aun, sekaligus ibu angkat Nabi Musa AS dan, Fir’aun merupakan raja yang terkenal kejam dan tidak mau mengakui keberadaan Allah Ta’ala.

Memiliki suami seorang kafir tidak membuat Asiyah ikut menyekutukan Allah.

Bahkan, ketika Fir’aun mengancam akan menyiksa dan membunuhnya karena menyembah Allah, Asiyah tetap teguh pada pendiriannya. Keteguhan Asiyah ini diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam surat At Tahrim ayat 11:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ

“Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Khadijah binti Khuwalid

Khadijah binti Khuwalid adalah istri pertama baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Berbagai sumber mengatakan bahwa saat menikah dengan Rasulullah, Khadijah telah berusia 40 tahun, sedangkan Nabi masih berusia 25 tahun.

Meski demikian, Khadijah sangat berperan aktif dalam perjalanan dakwah Rasulullah. Bahkan, ia rela memberikan seluruh hartanya demi membantu sang suami menyebarkan ajaran Islam.

Dari pernikahannya bersama Nabi Muhammad, Khadijah memiliki enam orang anak. Mereka adalah Qasim, Abdullah, Ruqayah, Ummu Kultsum, Zaenab, dan Fatimah.

Fatimah binti Rasulullah

Selain istri, salah satu anak perempuan Rasulullah yang bernama Fatimah juga dipilih sebagai salah satu wanita ahli surga. Fatimah adalah anak dari pernikahan Rasulullah dengan Khadijah.

Fatimah sangat taat dan patuh kepada orang tuanya. Ia juga terkenal akan kecantikan serta kepribadian yang baik, sabar, lembut hati, dan penyayang.

masyaAllah, dari para wanita agung diatas semoga para muslimah masa kini bisa mengambil pelajaran, bahwasannya derajat kemuliaan seorang wanita diperoleh melalui ketaatan yang luar biasa kepada Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG