Inilah Jebakan Paling Berbahaya menurut Aa Gym

Kajian al-Hikam yang biasanya dilakukan di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung, kali ini terlihat berbeda. Mengapa? Karena kajian ini dilaksanakan di Masjid al-Latief, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/1) bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pimpinan Pondok Pesantren DT.

Pada kajian ini, Aa Gym menyampaikan tentang bahaya ngobrol. Menurut Aa Gym, ngobrol adalah jebakan yang sangat menghancurkan pahala. Jebakan yang bisa menambah dosa. Kecuali jika ngobrolnya berhati-hati, karena setiap perkataanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

“Orang yang banyak ngobrol ngalor ngidul biasanya karena kurang iman. Orang yang sudah yakin ke Allah akan ngobrol juga, tapi ngobrolnya hati-hati. Karena dalam ngobrol itu ada bohong. Ada dilebih-lebihkan. Ada riya pamer kesalehan. Ada sum’ah pamer amal. Ada ghibah menceritakan keburukan orang. Ada tajassus ngorek-ngorek kekurangan orang, dan semua itu adalah dosa,” kata Aa Gym.

Aa Gym menjelaslan, sebagai seorang muslim yang beriman, sudah seharusnya lebih sibuk kepada apa yang Allah tahu, bukan kepada apa yang orang lain tahu. Hakikatnya orang lain itu tidak tahu apa-apa tentang menusia, karena manusia bisa saja berbohong. Sedangkan Allah mengetahui segala-galanya dan tidak bisa dibohongi. Adakah yang tersembunyi dari Allah?

“Bohong itu hanya bagi kita, bagi Allah tidak ada yang bisa berbohong. Kita bohong dan orang bisa dibohongi bukan karena kita jago berbohong, melainkan karena Allah belum membuka kebohongan kita,” katanya.

Mengutip hadis Rasulullah saw, Aa Gym kembali mengingatkan bahwa Allah menciptakan kita agar manusia tahu tentang dirinya. Barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.

“Harusnya yang sulit dilupakan oleh manusia itu adalah sulit lupa kepada Alla. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, yaitu sulit ingat kepada Allah. Mengapa? Karena menyangkut kepada dunia, menyangkut kepada kejadian, tidak menyangkut kepada pencipta, pemilik, dan penentu segalanya,” pungkas Aa Gym.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *