Jangan Suka Meremehkan Orang lain

Ada yang perlu kita pahami dari sikap dan tindakan kita, yaitu suka meremehkan orang lain. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing atau memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda-beda, seperti tingkat intelektual yang berbeda, daya tahan tubuh, kondisi fisik, kondisi finansial, dan beban pekerjaan yang berbeda-beda.

Allah yang maha adil memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk dekat dengan Allah Ta’ala. Mungkin ada orang yang tidak banyak waktunya untuk melakukan amalan-amalan sunnah lainya, tapi shalat fardunya dijaga dan sangat berkualitas juga shalatnya. Ada juga yang tidak bisa melaksanakan shalat tahajud karena ada tugas untuk jaga malam, tapi sepanjang jaga malamnya tidak pernah putus dzikirnya kepada Allah Ta’ala, ada yang mendekatkan diri kepada Allah dengan berbakti kepada kedua orang tua, ada dengan puasa, sedekah, dan berbagai amalan lainnya.

Jadi jangan mudah meremehkan orang lain, setiap orang memiliki amalan masing-masing, jangan merasa paling baik dan benar. Mulai saat ini fokus pada diri sendiri dan memaksimalkan potensi diri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kita juga tidak tahu bagaimana hubungan seseorang dengan Allah, boleh jadi orang yang kita remehkan memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah Ta’ala.

Dalam Al-Quran yang mempertegas bahwa Allah Ta’ala membenci orang yang suka menghina atau meremehkan orang lain, yang artinya sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujurat: 11).

Coba kita bayangkan misalnya, jika kita membenci dan meremehkan orang lain, padahal orang tersebut sangat dicintai oleh Allah, sedangkan kita tidak memiliki kedudukan mulia disisi Allah, bukankah begitu malunya diri kita. Contoh lain seperti teman-teman kita yang lumpuh, berbaring terus diatas Kasur tidak bisa berbuat apa-apa, tapi mereka ridho dan ikhlas dengan menerima takdir Allah Ta’ala. Maka boleh jadi kita yang merasa diri sempurna, ternyata hanya manusia yang tidak memiliki amalan andalan. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

________________________

daaruttauhiid.org