Output Pendidikan Yayasan DTR Mencetak Generasi BAKU

DAARUTTAUHIID.ORGYayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamin merupakan yayasan yang berfokus pada penyelenggaraan di sektor pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi.

Adapun fokus kompetensi yang dibangun oleh Yayasan DTR, yaitu hard skill, soft skill, dan Karakter. Terkait karakter, terinspirasi dari karakter yang dibangun oleh Daarut Tauhiid yaitu karakter BAKU (Baik dan Kuat).

Karakter Baik yang terpancar seperti, memiliki kejujuran, pandai bersyukur dan ikhlas dalam menjalani banyak hal.

Karakter Kuat ditunjukkan lewat semangat pantang menyerah (tangguh), menginspirasi orang lain, dan sabar dalam melewati tantangan.

Kejujuran menjadi sangat penting dalam proses pendidikan anak atau generasi dimasa depan. Jujur bukan hanya dalam interaksinya dengan orang lain. Juga kejujuran kepada orangtuanya. 

Satu kasus yang pernah terjadi disebuah kampus, seorang ayah tiba-tiba mendatangi pelayanan akademik.

Dengan tergesa-gesa si ayah ingin segera menuntaskan tagihan biaya praktikum yang didapatkannya dalam bentuk surat peringatan.

Rincian biaya yang ada dalam surat itu menjelaskan jumlah tagihan diperuntukkan apa saja, disertai dengan kalimat yang memberikan peringatan jika tidak segera melakukan pembayaran.

Dikarenakan kekhawatiran menerima kabar ini dari anaknya, si ayah begitu khawatir mentransfer uang yang lebih dari 10 juta itu kepada anaknya.

Lebih baik agar uang yang dipinjam dari koperasi kantor ini diantar langsung dan dibayarkan kepelayanan keuangan kampus.

Setelah dicek ternyata surat itu palsu. Betapa ekspresi sedih terpancar diwajah si ayah, tidak habis pikir anaknya tega melakukan skenario itu.

Karakter Kuat menjadi landasan penting untuk menguatkan para siswa atau peserta didik. Bekerja keras dalam menempuh pendidikan membuat seseorang tidak mudah mengeluh.

Satu hal yang selalu perlu diingat, mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan.

Prestasi yang diperoleh merupakan sebuah bukti bahwa seseorang yang kuat telah melewati proses tantangan yang begitu rumit dan kompleks.

Hal ini hanya bisa dilewati dengan kesabaran dan ketekunan dengan konsistensi yang terus istiqomah

Mengutip pesan dari Ustadz Adi Hidayat bahwa orang sabar itu terlihat pada ketika menerima respons pertama kali. Mendengar, menonton, dan melihat kejadian dan langsung menerimanya dengan tenang.

Kelapangan dada, kejernihan berpikir dalam hikmah, kemudian mendirikan shalat. Kemampuan seperti itulah yang terpancar dari Karakter BAKU (Baik dan Kuat). (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG