Padati Saf Salat, Cara Jamaah Makmurkan Masjid DT

Dalam Peradaban Islam, masjid menjadi pusat atau jantung kegiatan. Rasulullah Muhammad saw di masa lalu telah mencontohkan ketika hijrah dari Makkah ke Yastrib (Madinah), bangunan yang pertama didirikan ialah masjid.

Begitu pula dengan Yayasan Daarut Tauhiid (DT), dan masjidnya yang dibangun di atas tanah wakaf, di Jalan Gegerkalong Girang No. 38, Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, yang selalu dimakmurkan oleh santri dan jamaah. Tidak hanya saat waktu salat, masjid selalu dipadati oleh jamaah yang mengikuti kajian, atau itikaf di sana.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyampaikan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw pernah bersabda, ada tujuh golongan manuisa yang akan mendapat perlindungan Allah SWT, pada hari ketika tidak ada lagi perlindungan, selain perlindungan-Nya.

“Mereka adalah pemimpin yang adil, pemuda yang selalu beribadah kepada Allah SWT, seseorang yang selalu terikat hatinya ke masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni mereka bersatu dan berpisah karena-Nya. Seseorang yang ketika dibujuk oleh perempuan cantik dan berkedudukan (untuk berzina), tetapi pria itu berkata ‘saya takut kepada Allah SWT’.  Seseorang yang beribadah secara sembunyi-sembunyi, dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang sepi, sehingga mencucurkan air mata (karena ingat dosa-dosa), tutur Aa Gym dalam tausiahnya di Masjid DT

Menurutnya, jika seseorang sering hadir dalam salat berjamaah, maka ia tidak akan terasing dari sesamanya, dan imannya juga kian kuat. Hal tersebut dibenarkan oleh Yandi (29), salah seorang Warga Isola, yang merupakan jamaah Masjid DT.

“Salat berjamaah mengajarkan disiplin seorang makmum, untuk senantiasa mengikuti gerakan imam, dan berada di belakang imam. Hal ini tentu membiasakan melatih kedisiplinan dalam kehidupan seseorang. Menghilangkan ego, perbedaan, dan dengan penuh kerendahan hati patuh dan taat pada pimpinannya, yaitu imam. Meluruskan saf dalam berjamaah, merupakan bentuk dari kecintaan hamba dalam memakmurkan masjid,” tutur Yandi, saat ditemui selepas Salat Zuhur di Masjid DT, Selasa (24/9). (Sukmara Galih)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *