Perbuatan yang Menyebabkan Hati Mengeras

DAARUTTAUHIID.ORGJika kita membiarkan hati ini terus dalam keadaan kotor dan terus dikotori oleh perbuatan maksiat maka pasti akan mengeras, bahkan tidak hanya mengeras tetapi akan mati seiring dengan waktunya.

Ada beberapa perbuatan yang menyebabkan mengerasnya hati, di antaranya ialah:

Pertama, perbuatan dosa. Nabi pernah menyampaikan, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan timbul noda hitam di hatinya.

Jika dia bersungguh-sungguh untuk bertobat dan meninggalkan dosa-dosanya serta memohon ampun, maka hatinya akan terpoles. Tetapi kalau dosanya bertambah, maka titik hitamnya juga akan bertambah.

Semakin banyak dosa yang diperbuat, maka semakin keras hati, dan semakin sulit rasanya untuk menghentikannya juga.

Kita harus segera bertobat setiap kesalahan yang kita lakukan dan berdoa memohon petunjuk agar tidak terjatuh dalam dosa yang sama.

Kedua, tertawa berlebihan. Dalam Islam, seorang muslim tidak dilarang untuk bercanda dan tertawa, akan tetapi dianjurkan agar menjaga sikap untuk tidak terlalu berlebihan.

Nabi pernah menyampaikan, tertawalah sedikit. Banyak tawa mengeraskan hati (Al Adab Al Mufrad).

Terlalu banyak bercanda juga membuat hati kita menjauh dari kesadaran akan sesuatu yang gaib, dari realitas kematian dan kehidupan setelahnya.

Nabi menyampaikan bahwa: “Seandainya kamu mengetahui apa yang Aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis,” (HR. Bukhari).

Ketiga, ghibah. Jangan terlalu banyak bicara kecuali saat mengingat Allah Ta’ala.]

“Berbicara berlebihan tanpa mengingat Allah akan hati semakin keras dan orang-orang yang paling jauh dari Allah adalah orang-orang yang hatinya keras,” (HR. At Tirmidzi).

Keempat, makan berlebihan. Nabi menyampaikan bahwa, orang beriman makan dalam satu usus, akan puas jika dengan sedikit makanan juga, dan orang kafir atau munafik makan dalam tujuh usus (makan terlalu banyak) (HR. Bukhari).

Ketika perut kita terlalu banyak bekerja, maka tubuh akan sulit untuk berkonsentrasi pada hati kita. Ini juga merupakan wujud keserakahan dan kecintaan terhadap dunia.

Terlalu banyak makan melemahkan metabolisme tubuh kita, membuat kita malas dan juga merupakan awal dari berbagai macam penyakit fisik.

Kelima, terlalu cinta dunia. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al Munafiqun: 9).

Semoga kita mampu menghindari perbuatan yang mengeraskan hati. Karena jikahati seseorang sudah keras, maka akan sulit untuk menerima hidayah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG