Sampaikan Potensi Wakaf, Nadzir: Wakaf Dapat Dunianya, Akhiratnya Juga Dapat

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Kalau hanya dipakai begitu saja sudah manfaat, tapi kalau kita tingkatkan lagi dengan program wakaf produktif potensinya akan luar biasa.

Hal ini dikatakan Dr. Yunus Zainuddin M.Pd. Nadzir Wakaf DT, pada siaran langsung MQTV, Rabu 13 September 2023 lalu.

Dalam siaran langsung bertajuk ‘Potensi Wakaf untuk Umat’ tersebut, Yunus memaparkan beragam potensi yang dihasilkan wakaf untuk kesejahteraan hidup umat.

Ia mengatakan, wakaf merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dan ekonomi umat, dimana pokok dari wakaf tersebut ditahan sementara hasilnya disebarluaskan.

“Diharapkan wakaf dapat memberi kebermanfaatan kepada sebanyak-banyaknya untuk umat.” ujarnya.

Yunus menyebut, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 Triliun per tahunnya. Sementara, wakaf aset di Indonesia mencapai 414.829 lokasi dengan luas 55.259 hektar.

Namun sayangnya, baru 30% aset wakaf tersebut dapat dikelola. Hal inilah yang membuat pemerintah dan nazhir gencar menyebar literasi wakaf terkhusus wakaf uang kepada umat.

Mengingat potensi wakaf dapat menunjang kesejahteraan perekonomian umat.

Ia menyampaikan, Wakaf DT tengah berupaya menggerakkan wakaf produktif salah satunya berupa Wmart.

Wmart merupakan sektor bisnis minimarket yang berasal dari dana Wakaf dan dikelola oleh nazhir.

Sementara itu, sebesar 50% penghasilan Wmart akan disebarkan luaskan kepada mauquf ‘alaih (penerima manfaat).

Disamping itu, ia menambahkan Wakaf DT juga sedang mengembangkan ternak ayam Paranje. Hal ini sebagai upaya memproduktifkan aset wakaf berupa lahan.

“Kita ternak ayam untuk memenuhi kebutuhan santri dan eksternal. Hal ini menggunakan dana wakaf,” ulasnya.

Tidak hanya bersifat permanen, wakaf aset juga dapat berjangka.

Yunus memaparkan, bahwasanya wakaf berjangka yaitu dengan mewakafkan aset untuk jangka waktu tertentu, namun aset tersebut tetap menjadi kepunyaan pemiliknya. Meskipun berjangka, wakaf jenis ini tak kalah bermanfaatnya untuk umat.

Di penghujung siaran, Yunus menuturkan bila saat ini wakaf telah menjadi gaya hidup dengan segala kemudahan yang ada.

Berwakaf tidak terpatok pada nominal dan aset yang besar, bahkan dalam jumlah yang kecil saja sudah dapat berwakaf dan menyalurkan seluas-luasnya maslahat kepada umat.

Ia juga mengajak kepada umat untuk menggaya hidupkan wakaf, dimanapun, kapanpun dan berapapun.

“Keunggulannya dengan mengembangkan wakaf ini, kita dapat dunianya, Insya Allah sudah mempersiapkan akhiratnya,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG