Teman dan Lingkungan yang Baik

Di zaman yang serba canggih ini, hampir semua orang memiliki gadget yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang menarik untuk digunakan, salah satunya sebagai alat komunikasi. Jika sebelumnya, kita berkomunikasi menggunakan surat atau telepon kabel maka sekarang cara berkomunikasi kita lebih mudah bahkan juga memudahkan untuk memperbanyak koneksi atau pertemanan melalui aplikasi media sosial yang tersedia. Namun, ada baiknya kita harus lebih selektif dalam bergaul atau berteman dengan siapapun baik di dunia nyata maupun di dunia maya karena terkadang perilaku bisa ikut terpengaruh oleh hal yang baik ataupun hal yang buruk.

Dalam ajaran Islam, cara memilih teman bergaul dan lingkungan sehat haruslah yang dapat memberikan energi positif dan selalu memberikan dukungan untuk menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah di jalan yang baik dan benar. Jika sebelumnya malas melaksanakan shalat atau mengikuti kajian Islami, ketika melihat temannya begitu rajin melaksanakan shalat dan rajin mengikuti kajian Islami serta selalu menasehati pada jalan kebaikan dan kebeneran, maka ia pun akan ikut tertular untuk melakukannya. Sebaliknya, jika malah memberikan dampak yang negatif seperti suka menggunjing, fitnah, malas dan perbuatan buruk lainnya maka ia pun juga akan ikut tertular untuk melakukannya.

Dalam hadits disebutkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Bergaul yang Baik

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah memerintahkan pada setiap hamba-Nya agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik lagi benar dan jujur sebab orang yang jujur lebih dihargai dan dihormarti dan tidak termasuk pada golongan orang munafik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Selanjutnya, dalam hadits disebutkan dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk pandai memilih teman karena bisa saja kita yang akan terpengaruh dengan teman kita. Hadits diatas hanya berupa perumpamaan agar kita berteman dan bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita tanpa bermaksud menyinggung.

Oleh karena itu, jika kita tidak mampu untuk memberikan pengaruh yang baik maka jangan sampai kita salah pergaulan atau salah memilih teman. Pandai-pandailah untuk lebih selektif dalam memilih teman bergaul dan carilah lingkungan yang baik..

Jauhilah teman bergaul yang buruk, tetapi bukan berarti kita enggan bergaul dengan teman atau lingkungan yang kurang baik. Dengan hadirnya kita ditengah-tengah lingkungan yang kurang baik seharusnya kita bisa memberikan warna baru agar bisa menularkan hal-hal baik kepada orang lain. Wallahu a’lam Bishowab. (Eva Ps El Hidayah)

 

Bagi Jama’ah sekalian yang tertarik untuk berkontribusi terhadap syiar dakwah dan wakaf untuk pembangunan sarana ibadah & belajar santri, bisa menyalurkannya melalui rekening beikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI) 9255.373.000 an Yayasan Daarut Tauhiid