Aa Gym: Upayakan Bersihkan Hati yang Kotor

Allah SWT menganugerahkan hati dalam setiap diri manusia. Memiliki hati yang bersih dambaan setiap orang agar terhindar dari sifat yang buruk. Memang itu tidak mudah, karena setiap insane berpotensi mengidap penyakit hati.

KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menjelaskan, penyakit hati itu seperti rasa iri, dengki, sombong, takabur, ujub, dendam, dan akan menjadikan hati kotor, sehingga membuat manusia terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang tercela.

Aa Gym mengibaratkan hati yang kotor seperti gelas berisi air keruh, di mana saat dimasukkan benda apapun ke dalamnya, maka tidak akan kelihatan.“Air keruh ini jika diberi penerangan melalui senter pun tidak bisa tembus cahaya. Artinya, hati yang keruh (kotor) itu tidak akan bisa melihat kesalahan atau kekurangan diri, dan ketika diberi cahaya ilmu atau nasihat pasti akan mental,” kata Aa Gym dalam tausiah yang diunggah di kanal Youtube, Senin (29/6).

Lantas, bagaimana caranya agar benda keruh ini dapat menjadi bersih kembali? Aa Gym memberi pesan untuk menuangkan air bersih di atas gelas yang penuh dengan air keruh tersebut. Maka, isi gelas tersebut lambat laun diyakini akan bening kembali.

Apa maksud analogi ini? Sebagaimana kondisi hati, semakin banyak menerima aliran ilmu yang positif dan disertai zikrullah (memohon ampun), maka niscaya hati akan kembali bersih.

“Kondisi hati yang bersih, setelah menyadari dosa maka akan cepat menyegerakan bertobat. Saat diberikan cahaya ilmu akan langsung masuk ke hatinya. Berbeda dengan hati yang kotor, yakinlah setelah melakukan dosa sebesar apapun ia tidak akan bertobat, dan saat diberikan nasehat juga tak akan masuk ke hatinya,” jelasnya.

Terkait menjaga hati yang bersih, Aa Gym berpesan untuk selalu membiasakan diri dengan hal-hal yang baik, senantiasa memohon ampun, memetik ilmu-ilmu yang bermanfaat, serta berada di tengah lingkungan baik. Maka katanya, Insya Allah hati akan terjaga dari segala kemaksiatan. (Elga).

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *