Berwisata Asik ke Curug Panganten Kembar

Ada banyak tempat wisata alam yang eksotis di Jawa Barat, tepatnya di wilayah Pangalengan. Nah, salah satu dari tempat tersebut adalah air terjun (curug) yang kini mulai ramai dilirik. Namanya Curug Panganten Kembar, menawarkan sensasi alam di balik keasrian hutan tropis yang belum dijamah banyak orang. 

Nama yang Unik

Curug adalah sebutan air terjun dalam bahasa Sunda. Adapun Panganten Kembar dikarenakan air terjun ini punya dua aliran yang saling berdampingan sehingga tampak kembar. Pemandangan tersebut jika dilihat seakan dua penganten yang sedang berada di pelaminan. Dari hal itulah Curug Panganten Kembar memperoleh namanya. Unik bukan?

Ada juga mitos di balik nama curug ini. Konon katanya pernah ada sepasang pengantin yang meninggal di sungai yang berada di atas air terjun. Mereka tenggelam karena terlalu asyik mengarungi perahu yang bermuara ke air terjun. Kejadian tragis ini kemudian memberikan ide untuk nama curug, agar menjadi pengingat atas peristiwa memilukan tersebut.

Bagi masyarakat setempat, ada juga mitos lain yang dipercaya. Yakni bagi siapa saja yang membasuh mukanya dengan air curug, maka wajahnya akan memesona. Berseri-seri dan terlihat lebih menarik. Namun, yang namanya mitos tentu saja sulit dibuktikan kebenarannya. Mitos bisa saja hanya kejadian kebetulan sehingga tidak layak dipercaya. Begitu pun dengan berbagai mitos yang ada di seputar Curug Panganten Kembar.

Keindahan Tersembunyi

Selain punya nama unik dan mitos yang membuatnya jadi buah bibir, Curug Panganten Kembar tak diragukan punya pemandangan alam memikat mata. Siapa pun yang berada di sini, akan merasakan sensasi kesegaran dan kesejukan air terjun dengan gemuruh airnya yang khas. Tidak sedikit yang menyukai suara gemuruhnya karena punya efek reflektif (menenangkan). Apalagi jika dilakukan sembari duduk di tepian air terjun. Segala kepenatan bisa menguap seketika.

Bagi yang menyukai berenang atau berbasah-basahan (mandi) di sekitar air terjun juga bisa melakukannya. Hanya disarankan jangan terlalu lama berenang atau berbasah-basahannya. Walau air di curug sangat jernih dan bersih, tapi udara di sekitar air terjun lumayan dingin. Apalagi Curug Panganten Kembar dikelilingi hutan tropis yang rimbun sehingga menambah dinginnya udara.

Minim Fasilitas

Hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi mengelola Curug Panganten Kembar, baik itu dari pemerintah atau swasta. Hanya ada segelintir penduduk setempat yang sekadar membuka warung di sekitar lokasi curug. Kondisi ini membuat akses menuju ke sana tidak semudah ke tempat wisata lainnya yang telah dikelola secara profesional.

Tidak ada papan penanda yang memberi petunjuk menuju lokasi. Jika hendak menemukan lokasi curug, hanya bermodalkan patokan tempat (tidak jauh dari lokasi Star Energy Geothermal Wayang Windu) dan petunjuk dari warga setempat.

Begitu pun fasilitas publik seperti kamar mandi. Jika kebetulan hendak bersih-bersih ke kamar mandi, hanya ada satu cara yakni meminta izin ke warga setempat yang membuka warung di sana untuk menggunakan kamar mandinya. Kondisi ini boleh jadi merepotkan bagi mereka yang membawa keluarga atau rombongan dalam jumlah besar.

Minimnya fasilitas publik ini dapat dimaklumi karena ketiadaan pengelolanya. Namun, bagi penyuka petualangan (adventure) atau pengalaman berbeda yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya, hal ini bisa jadi mengasikkan. Curug Panganten Kembar menawarkan sensasi ngebolang ke alam yang masih asri dan memikat. (daaruttauhiid)

sumber foto: jejakpiknik.com