Dahsyat! Inilah Manfaat Utama Istighfar

Mengucapkan istighfar merupakan suatu upaya memohon ampun kepada Allah Ta’ala. Istighfar atau kalimat “Astaghfirullah Al-Adzim ini biasanya dilantunkan saat seorang muslim berzikir. Artinya adalah saya mohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Besar.

Manfaat mengucapkan kalimat istighfar memang sangatlah besar, hal ini terbukti dengan Rasullullah yang melakukannya berkali-kali. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beristighfar sebanyak seratus kali dalam sehari. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah beristighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.

Ada beberapa keutamaan-keutamaan dalam membaca istighfar, dua diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, Menghapuskan dosa

Membaca istighfar dapat menghapuskan dosa-dosa maksiat yang pernah dilakukan seseorang dan terhindarnya seseorang dari azab yang begitu pedih karena pertaubatan yang dilakukannya. Seperti  firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (QS. Al-Anfal: 33)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Allah Ta’ala mengabarkan, bahwa Allah Ta’ala tidak akan mengazab orang yang beristighfar (memohon ampun dari dosa). Karena istighfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya azab, sehingga azab itupun sirna dengan cepat.”

Kedua, Pembuka Pintu Rezeki dan Dimudahkan Urusan

Mengucapkan kalimat istigfar merupakan jalan untuk membuka pintu rezeki. Tak hanya hanya sebagai pembuka rezeki, akan tetapi mampu juga memberikan jalan keluar dari setiap kesedihan, sebagaimana diterangkan dari dua dalil dibawah ini:

“Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12) Harapan kita adalah agar Allah  Ta’ala menghilangkan apa-apa yang tidak baik dalam dirii kita. Hanya saja, istighfar berupa permohonan lisan seorang hamba, sedangkan taubat berupa usahanya. Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang bertaubat kepada Allah. Wallahu a‘lam bishowab. (Shabirin)

daaruttauhiid.org