Dirawat karena Covid, Santri Karya: Hindari Stres ketika Positif

Meskipun Daarut Tauhiid (DT) selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah mewabahnya Covid-19, namun tak urung beberapa santri karya terkena wabah tersebut.

Salah satunya adalah Muhammad Rustandi. Santri karya yang memegang amanah sebagai Kepala Toko SMM DT itu, dinyatakan positif Covid-19 beberapa pekan lalu. Seiring waktu kondisinya kini sudah mulai membaik.

Pada Sabtu (23/1), Rustandi menuturkan pengalamannya saat awal terkena dan kemudian dikarantina. “Alhamdullillah segera menjalani karantina ketika dinyatakan positif. Saya pun mulanya ketika dinyatakan positif menjadi berpikir, kok bisa tertular padahal sudah melaksanakan protokol secara ketat,” ujarnya.

Saat dinyatakan positif, hal pertama yang ia lakukan adalah rida dan evaluasi diri. Rustandi pun berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengalami stres.

“Saat dikarantina, saya kemudian introspeksi atas segala hal yang terjadi. Saya juga menghindari stres selama positif,” kata Rustandi.

Rustandi sangat mengapresiasi keseriusan DT melalui Tim Tangguh Penanggulangan Covid- 19 yang sigap dan bertindak cepat. Menurutnya, DT amat bertanggung jawab menjaga kesehatan para santri, terutama yang dinyatakan positif agar bisa segera pulih.

“Saya sangat merasakan bagaimana DT bertanggung jawab terhadap para santrinya, khususnya kami yang dikarantina. Semoga kita bisa melalui pandemi ini dengan selalu bersandar kepada Allah dan tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya. (Eko)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *