Hati-hati dengan Diabetes Mellitus

Apakah Anda punya kecenderungan untuk mempunyai penyakit diabetes (gula)? Apakah diantara keluarga anda ada yang mempunyai penyakit gula? Jangan kaget bila usai hari raya Idul Fitri gula darah anda menjadi tinggi karena tanpa sadar anda telah mengkonsumsi makanan dengan gula yang tinggi pada kue-kue yang disuguhkan. Maka sangat disarankan untuk umat muslim melakukan shaum sunnat di bulan syawal, sehingga selain melakukan ibadah, kita dapat menahan diri untuk tidak mengkonsumsi makanan “kakaren” berlebihan.

Di seluruh dunia diabetes merupakan penyebab utama kebutaan, sakit ginjal, amputasi kaki dan bila tidak ditangani akan menyebabkan kematian.

Diabetes adalah penyakit dimana tubuh sesorang tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik. Insulin adalah adalah suatu zat yang dihasilkan oleh pankreas sebuah kelenjar yang terdapat tepat di bawah lambung. Di dalam pankreas terdapat sel-sel beta yang khas disebut pulau langerhans yang mengeluarkan insulin langsung ke aliran darah dan mengendalikan jumlah glukosa dalam darah.

Glukosa adalah gula, bila tubuh mencerna makanan yang dimakan, karbohidrat, protein, lemak diubah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi untuk tubuh dan makanan bagi berbagai sel dalam tubuh.

Jika tubuh tidak memproduksi insulin secara optimal, tak ada cara untuk mengendalikan glukosa di dalam darah, semua glukosa dari makanan akan tinggal dalam darah dan kadar gula darah akan sangat tinggi. Tubuh tidak mampu mengatasi gula yang berlebih di dalam darah sehingga kadar gula darah menjadi tinggi melebihi batas normal,maka terkenalah seseorang dengan penyakit Diabetes Mellitus

Jenis Penyakit Diabetes Mellitus
Ada 2 jenis utama penyakit Diabetes Mellitus, kita akan dapat melihat persamaan dan perbedaan diantara keduanya:

Tipe I Diabetes Mellitus
Terjadi bila sel-sel yang memproduksi insulin di dalam tubuh tidak berfungsi. Penderita diabetes seperti ini kebanyakan harus bergantung pada suntikan insulin selama hidupnya. Tipe ini biasanya bermula dari masa kanak-kanak dan remaja.

Tipe II Diabetes Mellitus

Sangat sering terjadi pada orang dewasa yang kelebihan berat badan, yang telah berumur lebih dari 40 tahun.Pada tipe ini kelenjar pankreas masih memproduksi sejumlah insulin.Pencetus timbulnya penyakit Diabetes tipe II ini biasanya karena faktor keturunan.

Pencegahan dan Penanggulangan pada tahap dini
Untuk memperoleh kesehatan yang baik, ada 2 faktor penting yang dapat kita lakukan yaitu pola makan yang teratur, menu yang seimbang dan olah raga yang teratur. Olah raga yang teratur adalah salah satu cara yang paling baik untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes mellitus tipe II. Menurut penelitian, olah raga dapat mengurangi resiko terkena diabetes pada seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan dan mempunyai keturunan diabetes.

Kita tahu bahwa memakan makanan yang manis akan meningkatkan kadar gula di dalam darah. Badan yang normal dan sehat akan mampu menanggulangi sejumlah tertentu gula. Tetapi jika Anda telah mempunyai kecenderungan bawaan untuk memdapatkan diabetes, maka mengkonsumsi gula berlebih dapat membahayakan kesehatan Anda.

Untuk mendapatkan gambaran secara dini apakah seseorang mempunyai kecenderungan menderita diabetes, ada beberapa pertanyaan yang dapat kita jawab:
1.Apakah anda mempunyai gejala berikut secara tetap:
-Sering merasa sangat haus? Ya Tidak
-Merasa sangat lelah? Ya Tidak
-Pemandangan berkunang- kunang? Ya Tidak
2.Anda berusia lebih dari 30 tahun? Ya Tidak
3.Apakah orang tua anda penderita diabetes? Ya Tidak
4.Apakah ada saudara anda yang mengidap diabetes? Ya Tidak
5.Apakah berat badan anda turun tanpa alasan yang jelas? Ya Tidak
6.Apakah tekanan darah anda tinggi? Ya Tidak
7.Apakah kadar kolesterol anda tinggi? Ya Tidak
8.Apakah luka dan goresan lebih lamasembuh? Ya Tidak
9.Apakah anda merasa pegal, kesemutan pada tungkai,
kaki,dan tangan? Ya Tidak
Bila anda menjawab “Ya” paling sedikit 2 pertanyaan maka anda harus memeriksakan gula darah anda dan berkonsultasi dengan dokter. (Drg. Murni Astuti & Dr. Rinni R N)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *