Indonesia Darurat Buta Baca Al Quran

DAARUTTAUHIID.ORGMasih banyak umat muslim yang buta huruf dalam arti belum bisa membaca Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an merupakan pendoman umat Islam yang harus dibaca.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz kondang Abdul Somad (UAS) dalam acara Amazing Muharram Ke-12 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, pada Ahad (20/8/2023).

“Di Indonesia sendiri sebanyak 72% Muslim Indonesia buta aksara Al-Quran, kita boleh bangga (Indonesia) sebagai (negara) muslim terbesar di dunia, jamaah haji terbanyak di dunia, tapi buta huruf Al-Quran 72%,” ujar UAS.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Syafruddin juga menyampaikan bahwa sebanyak 65 persen masyarakat Islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Quran, atau sekitar 149 juta penduduk Muslim belum bisa membaca kitab suci Al-Qur’an.

Hal itu disampaikan berdasarkan data riset pada tahun 2019 yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam. Faktanya masih banyak kaum muslim di daerah pedesaan yang memiliki persentase paling besar buta huruf dibandingkan dengan kaum muslim di perkotaan.

Walaupun sebagai negara Muslim terbesar di dunia, namun Indonesia masih sangat kekurangan Al-Quran. Pemerintah hanya mampu memenuhi 60.000 mushaf dari 2 juta kebutuhan mushaf dari berbagai pelosok negeri.

Angka tersebut menunjukan masih ada ketimpangan yang begitu jauh, artinya dibutuhkan pihak swasta atau instasi diluar pemerintah untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan Al-Qur’an.

Umat Islam yang belum bisa membaca Al-Quran dikategorikan dari beberapa kalangan usia. Dimulai dari usia anak-anak, pemuda di usia 20 hingga 30 tahun, belum lagi dari kalangan lansia.

Karena itu, Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid hadir mengambil peran dalam pengadaan wakaf Al-Qur’an, sebagai bentuk untuk memberantas buta huruf yang ada ditengah masyarakat muslim.

Harapan dari program tersebut ialah bisa mengatasi buta Al-Quran dalam waktu cepat bagi kalangan yang masuk kedalam 15-20 persen diatas.

Bagaimana umat Islam bisa memahami Al Quran jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya.

Kita sebagai umat Islam harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah pemberantasan buta Al-Qur’an, karena sangat disayangkan betapa banyaknya orang yang belum bisa membaca Al-Quran.

Dalam konteks tersebut maka perlu dimasifkan untuk mencetak Al-Qur’an sebanyak-banyaknya, agar bisa didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Tentunya tidak hanya dibagikan akan tetapi juga diajarkan juga kepada penerimanya.

Untuk seluruh kaum muslimin di mana pun kita berada, mari kita bersama untuk senantiasa terlibat dan berpartisipasi dalam mewujudkan dan memenuhi ketersedian Al-Quran di Indonesia yang masih sangat membutuhkan.

Caranya dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk program distribusi wakaf mushaf Al-Quran. Semoga ini menjadi kebaikan bagi diri kita dan orang lain. Wallahu a’lam bishowab. (Shabirin)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG