Refleksi Akhir Tahun, MUI: Keluarga Kunci Cegah Maraknya Kasus Bunuh Diri

DAARUTTAUHIID.ORG | JAKARTA — Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri) menunjukkan peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia menjadi 971 dari Januari hingga 18 Oktober 2023.

Ketua Komisi Perempuan, dan Keluarga (KPRK) MUI, Siti Ma’rifah, menyampaikan umat dihadapkan realitas kasus kekerasan dan bunuh diri yang memprihatinkan.

“Maraknya kasus kekerasan dan bunuh diri mencerminkan kegagalan fungsi ketahanan keluarga. Momentum tahun baru ini harus kita manfaatkan untuk menguatkan kembali peran vital keluarga dalam mencegah tragedi dan membangun fondasi sosial yang lebih kuat dan empatik,” ungkap Siti Ma’rifah saat dihubungi MUIDigital, Senin (01/01/24).

Siti Ma’rifah menegaskan kerjasama keluarga adalah kunci utama membentuk karakter.

“Sebagai madrasatul ula, ibu memegang peran sentral sebagai pendidik utama bagi anak. Kerjasama yang erat antara ibu, bapak, dan anggota keluarga lainnya menjadi kunci penting dalam membentuk karakter yang baik, berlandaskan nilai-nilai agama. Dengan sinergi ini, keluarga membentuk fondasi yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

Putri sulung Kiai Ma’ruf Amin tersebut menambahkan, keluarga kuat dan sholeh mencerminkan kebaikan, cermin positif bagi kebangsaan.

“Keluarga yang kuat dan sholeh tidak hanya mencerminkan kebaikan dalam masyarakat, tetapi juga menjadi cermin positif bagi kebangsaan secara keseluruhan,” sambungnya.

Di tengah tantangan yang kita hadapi, seperti peningkatan kasus bunuh diri, refleksi dan pembaruan diri ini menjadi semakin penting untuk memasuki Tahun Baru.

“Kita perlu membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan dukungan emosional dalam keluarga dan masyarakat, sebagai langkah proaktif mengurangi risiko dan dampak buruk dari masalah ini. Tahun Baru bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam menanggulangi isu kesehatan mental ini secara kolektif,” katanya.

Siti Ma’rifah juga menjelaskan makna tahun baru versi dirinya.

“Sebenarnya, Tahun Baru memiliki makna memulai dengan semangat baru. Ini merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Perlu diingat bahwa perayaan Tahun Baru sebaiknya tidak berlebihan, terutama dengan perayaan yang mengandung kemaksiatan, yang sebaiknya dihindari,” imbuhnya.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk memaknai tahun baru.

“Momentum seperti ini biasanya digunakan untuk mempererat silaturahmi keluarga, baik dengan menghabiskan waktu libur bersama atau bahkan melaksanakan ibadah umroh jika memungkinkan,” tuturnya.

Peningkatan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT menjadi fokus utama.

“Saat ini, saya tengah melaksanakan Umroh di Tanah Suci, sebuah perjalanan yang memberikan kesempatan untuk muhasabah akhir tahun. Dalam doa saya, harapan besar terlintas untuk Tahun 2024, di mana kita semua dapat menjadi versi yang lebih baik dari diri kita di Tahun 2023. Peningkatan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT menjadi fokus utama,” tutupnya. (Latifahtul Jannah/Azhar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

(Sumber: MUI)