Tuntaskan ‘Ikhtiar Challenge’, Santri APW: Jadi Ingat Orangtua

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Santri Akhlak Plus Wirausaha (APW) tuntaskan Ikhtiar Challenge di area Gedung Sate pada (19/11/2023). Ikhtiar Challenge merupakan salah satu tantangan bagi para santri APW.

Para santri diharuskan turun ke lapangan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan menjajakan produk-produk buatannya maupun produk usaha lokal DT.

Sebanyak 12 santri APW yang terbagi menjadi dua kelompok melaksanakan challenge tersebut. Berbekal barang dagangan yang berupa makanan (Roti Carofee dan desert), sabun mandi (kun anta) dan pernak-pernik, para santri menjajakan dagangannya mengitari kawasan Gedung Sate, Taman Lansia dan area lapangan Gasibu.

Seluruh santri tampak antusias melaksanakan challenge tersebut. Menariknya, pada challenge itu keuntungan dari setiap dagangan yang laku terjual, 100% didonasikan untuk Palestina.

Setelah beriktiar menjemput rezeki selama -+ 3 jam lamanya, para santri digiring untuk berkumpul dan menghitung pendapatan yang diperoleh.

Hamzah, salah satu santri APW angkatan 40 menyampaikan kesannya selama mengikuti challenge tersebut.

Baginya, challenge tersebut mengajarkan Hamzah dan teman-teman untuk yakin kepada Allah sang pemberi rezeki. “Ternyata menjual tidak semudah itu, asalkan percaya kepada Allah,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, dengan berlelah menawarkan dagangan kepada pembeli, melawan terik matahari hanya untuk menjual satu barang saja, hal itu mengingatkannya akan jerih payah kedua orangtua dalam menghidupinya.

“Hikmahnya, jadi ingat orang tua yang sudah bersusah payah mencari rezeki untuk kita, ini merupakan pelajaran berharga bagi kita,” tambahnya.

Abdul Halim Kabag PKBM DT mengatakan, tujuan ikhtiar challenge ini adalah untuk menanamkan keyakinan bahwa Allahlah Sang pembagi rezeki dan sebagai ikhtiar mendobrak diri para santri agar lebih berani.

Selain itu, challenge tersebut merupakan masa persiapan santri sebelum melangkah ke marhalah selanjutnya.

“untuk masa persiapan, dimana santri akan melalui marhalah ke tiga yaitu kegiatan khidmat, ikhtiar dan khidmat masyarakat,” terang Halim. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG