Keutamaan Berbagi Dengan Tetangga

Keutamaan Berbagi Dengan Tetangga

Semasa hidupnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Beliau kerap kali mencontohkan kebiasaan membagikan makanan untuk para sahabat dan tetangganya, karena Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada sesama terutama kepada orang yang memiliki hubungan dekat dengan kita diantaranya tetangga.

Kebiasaan memberikan hadiah dapat terus berlangsung antara tetangga karena dengan sesuatu yang murah dan mudah dapat dilakukan dalam keadaan miskin maupun kaya dapat membuahkan rasa cinta dan kasih sayang. Selain itu berbagi makanan juga dapat menambah akrab serta eratnya tali silaturahim antar tetangga.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya.” (HR. Bukhari no. 5589 dan Muslim no. 70)

Seorang Muslim hendaknya senantiasa memperhatikan tetangganya, maksudnya adalah memberikan perhatian. Hal ini sesuai dengan anjuran yang disampaikan oleh Nabi. Rasulullah menyuruh umat Islam, jika memasak sayur atau daging maka diperbanyaklah kuahnya, sehingga sayur tersebut bisa dibagi-bagikan kepada tetangga. Hal ini akan menambahkan tumbuhnya rasa kasih sayang antara seseorang dengan tetangganya.

Dari Abu Dzar RA. berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Hai Abu Dzar, jika engkau memasak dengan kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan supaya membagi tetangga tetanggamu. (HR Muslim).

Hadits tersebut memberi anjuran kepada umat Islam untuk memperhatikan tetangganya. Karena bahwasanya tetangga termasuk orang yang paling utama untuk berbuat baik.

Tetangga bisa menjadi salah satu jalan kita untuk bisa masuk surga. Jadi kita juga diperintahkan untuk berbagi kepada orang yang sekali pun berbeda keyakinan. Kemudian memberi hadiah juga memiliki manfaat untuk menebar kasih sayang, memperkuat hubungan persahabatan, dan rasa cinta. Lebih-lebih kepada tetangga, karena bisa jadi sesama tetangga sering terjadi masalah, bisa jadi karena anak, atau karena komunikasi kepada tetangga yang kurang baik.

Yang menerima hadiah hendaklah menerima dengan senang hati, lalu ia balas hadiah tersebut dengan ucapan terima kasih dan doa terbaik kepada yang memberinya. Bahkan lebih baik lagi jika dikemudian hari bergantian saling memberi hadiah atau bertukar hadiah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kelak di akhirat manusia akan berkata, ‘Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal : 1. Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran. 2. Apa yang ia pakai akan menjadi rusak. 3. Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya,” (HR. Muslim).

(Shabirin)