Praktik Mengajar, SMA Adzkia Siap Cetak Kader Pendidik

[daaruttauhiid.org] – SMA Adzkia Islamic School mulai menerapkan praktik mengajar pada siswa yang tergabung sebagai Kader Pendidik. Sekolah binaan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin yang sejak tahun lalu memiliki konsep pengaderan dalam mendidik siswa ini, memberikan kesempatan kepada siswa di kelas XI untuk mempraktikkan materi pendidik kepada adik-adik kelasnya.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa siswa yang mulai melakukan praktik mengajar, dan hasilnya sejauh ini cukup baik,” ujar Penanggung Jawab Kader Pendidik, Sekolah Kader SMA Adzkia Islamic School, Ustazah Meliyani, Kamis (25/11). Menurut Ustazah Meli, kegiatan pembinaan kader pendidik ini telah dilakukan sejak kelas X. Tidak hanya sekedar mengajar di depan kelas, siswa juga diajarkan bagaimana menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) layaknya Guru.

Perempuan yang sehari-harinya mengampu mata pelajaran Kimia ini menuturkan, di kelas X, siswa awalnya dilatih untuk mengajar Baca Tulis Quran (BTQ) kepada adik-adik yang berada di SMP Adzkia. “Mereka juga diajarkan materi terkait format penyusunan RPP dan apersepsi (kegiatan menarik perhatian siswa agar lebih fokus), dan mengenai teknik mengelola kelas serta mengidentifikasi gaya belajar pada siswa,” jelas Ustazah Meli.

Pada tingkatan kelas XI, materi yang diajarkan kepada Kader Pendidik pun mulai meningkat. Siswa di kelas XI diajarkan untuk menyusun RPP dan praktik membuat media sederhana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. “Media yang dibuat pun beragam, mulai dari media audiovisual seperti Power Point, Canva, dan media belajar sederhana seperti karton, kalender bekas, dan papan bekas.”

Di tingkatan yang lebih tinggi, atau di kelas XII, siswa mulai mengajar atau praktik micro teaching secara penuh selama satu jam pelajaran. Praktik mengajar ini pun disambut baik oleh siswa SMA Adzkia. Diungkapkan Ustazah Meli, tidak hanya siswa dari Kader Pendidik yang merasa semangat menerapkan materi pengaderan yang telah mereka dapat selama enam bulan, tetapi juga siswa dari kader lain, seperti kader ulama dan kader praktisi sosial.

“Mereka berkata ingin segera praktik juga, misal siswa dari Kader Ulama sudah tak sabar ingin praktik khutbah atau berdakwah, dan siswa dari Kader Praktisi Sosial tak sabar ingin segera dapat mengatur event sebagai event organizer,” tutur Ustazah Meli sembari tertawa, mengingat antusiasme siswa.

Kedepannya, siswa yang tergabung menjadi kader pendidik ini diungkapkan Ustazah Meli akan diarahkan menjadi Guru, Dosen, dan semua profesi yang bertugas sebagai pendidik. Hal ini tentunya dapat menjadi bekal jika siswa yang operasional pendidikannya dibiayai oleh Daarut Tauhiid Peduli (DTP) ini mengambil ilmu pendidikan ketika melanjutkkan kuliah.

“Dan, kalaupun nanti mereka tidak kuliah di bidang pendidikan, siswa ini paling tidak kelak akan memiliki ilmu mendidik. Kalau menjadi pimpinan perusahaan, ilmu yang mereka miliki sekarang, seperti ilmu identifikasi karakteristik peserta didik, dan ilmu literasi digital, dapat diaplikasikan di dunia kerja,” pungkas Ustazah Meli. (Nawang)