Aa Gym Tegaskan Kedisiplinan untuk Hilangkan Wabah Corona

Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT), KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengingatkan umat Islam yang berdiam di rumah untuk menjauhi kemudaratan atau wabah virus corona merupakan perintah agama. Bila menjalankan perintah agama maka akan menjadi amal saleh.

Aa Gym mengatakan, umat Islam tetap di rumah menjaga jarak sosial dan jarak fisik bukan semata-mata karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tapi, juga karena perintah agama yakni menjauhi wabah.

“Menjauhi (penyakit) lepra sama dengan menjauhi singa, itu sabda Nabi Muhammad saw. Menjauhi kemudaratan lebih diutamakan daripada yang mendatangkan kemanfaatan,” ujar Aa Gym saat tausiah Manajemen Qolbu Pagi Jumat (5/6).

Aa Gym pun mengajak masyarakat untuk tetap disiplin, bertahan di rumah, dan menjalankan ibadah di rumah. Bagi masyarakat yang berada di zona merah pandemi Covid-19, ia mengajak untuk mengikuti anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Insya Allah kalau kita disiplin, Allah menghilangkan wabah ini karena wabah ini adalah kerumunan. Di mana kerumunan itu ada maka di sana wabah itu akan ada, dengan kita istiqamah semoga orang lain pun terbawa istiqamah. Semoga Allah mengangkat wabah ini, kita bisa kembali beribadah, sekolah dan bekerja dengan benar di zaman baru, zaman yang lebih berkah,” ujarnya.

Aa Gym juga mengomentari adanya kerumunan di tempat publik ketika masyarakat lain sudah patuh menjaga jarak sosial selama tiga bulan terakhir untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Aa kira sahabat-sahabat punya perasaan yang sama, jengkel, kecewa, sedih dan merasa dikhianati bagi kita yang sudah hampir tiga bulan berada di rumah melihat kerumunan di bandara, pasar-pasar dan jalan-jalan,” ujarnya.

Aa Gym melanjutkan, “Terutama juga perasaan para dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa serta aparat yang berjaga siang maupun malam. Tetapi kita tetap harus (berpikir) jernih dan akal sehat, harus tetap tegak, jangan sampai kita meniru keburukan dengan keburukan yang sama.” (Elga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *