Bisakah Menyembunyikan Hal Ini?

Sahabat sekalian.

Salah satu yang harus kita pikirkan adalah bahwa tidak ada yang bisa sembunyi dari Allah SWT. Semuanya Allah tahu, mulai dari perbuatan baik maupun perbuatan yang buruk, maka seharusnya bagi kita adalah cukuplah Allah yang tahu tentang diri kita. Salah satu ciri kita belum menjadi orang yang baik adalah ketika didepan dan dibelakang berbeda. Ada yang sholeh ketika diatas mimbar, tetapi dibelakang berbuat maksiat, ini adalah sesuatu hal yang harus kita perbaiki dimana pun kita berada.

Kita harus yakin bahwa “Apa yang saya lakukan ini pasti sedang disaksikan oleh Allah SWT dan apa yang saya lakukan ini pasti ada balasannya dikemudian hari.” Hal ini harus kita latih dan terus kita latih, jangan sampai keyakinan ini hanya ada di masjid, keluar dari masjid kurang yakin lagi. Kenapa akhlak kita jadi kurang baik? Karena kurangnya keyakinan dalam diri. Saya pribadi belum mencapai ke tahap keyakinan tersebut, dengan menyampaikan cara tentang ini, saya berharap terus menjadi orang yang merasa disaksikan Allah SWT setiap saat.

Ayat yang sering disampaikan mengenai hal ini ada dalam surat Al-Hadid ayat 4, yang berbunyi:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Sebaiknya surat Al-Hadid ayat 4 ini kita jadikan dzikir dalam kehidupan sehari-hari, sebagai pengingat agar tidak lalai dalam menjalani kehidupan. Ketika kita mulai ada rasa ingin bermaksiat langsung baca ayat ini agar kita langsung bisa Allah kembalikan lagi hatinya kepada sesuatu yang baik. Sulit memang untuk bisa mengingat hal baik saat diri sedang dikuasai oleh hawa nafsu untuk berbuat maksiat. Tetapi sulit itu karena kita jarang mencoba untuk mengembalikan hati kita ke jalur yang semestinya.

Maka sering-seringlah untuk membiasakan mengingat Allah dimanapun kita berada, agar Allah perkenankan kita menjadi hamba yang jauh dari segala perbuatan yang bukan menjadi fitrah manusia dan jauh dari fitrah seorang hamba Allah. Semoga Allah menguatkan kita dan tetap istiqomah. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *