Inilah 5 Manfaat Menjadi Orang yang Sederhana

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Sederhana itu bukan berarti Allah itu pelit, akan tetapi beloh jadi kita belum siap dengan sesuatu yang ada. Ada hikmah yang bisa kita ambil dari hidup yang sederhana, diantaranya hikmahnya adalah:

Pertama, tidak mudah sombong. Karena tidak ada sesuatu hal yang perlu disombongkan dalam dirinya, kalau pun ada sesuatu yang ada dalam dirinya, ia menganggap bahwa itu adalah milik Allah Ta’ala.

Kedua, tidak ada orang yang akan dengki kepada kita. Apa yang mau didengkikan kalau tidak memiliki sesuatu yang istimewa. Buat apa seseorang mendengki suatu barang, sedangkan barang yang ia miliki jauh lebih bagus dari pada yang kita punya.

Ketiga, gampang mengurusnya. Kita tidak merasa takut kehilangan terhadap barang yang kita miliki, kalau pun punya barang tidak ada sesuatu yang istimewa dari barang tersebut. Jadi hati kita lebih merasa aman dan tenang tanpa ada rasa gelisah yang menggerutui.

Keempat, tidak menjadi sasaran orang-orang yang suka maling. Setiap kali maling ke rumah orang yang sederhana, maka malingnya pasti akan mempertimbangkan ulang ketika ingin mengambil barang disana, malah boleh jadi ikut perhatin dengan rumah yang tidak punya apa-apa,  yang tidak mau maling terbalik jadi memberi.

Kelima, kalau kita meninggal maka akan ringan hisabnya di hari kiamat, karena tidak banyak sesuatu yang dimintai pertanggungjawabkan atas apa yang kita miliki. Setiap apa yang kita miliki dan diberi Allah oleh Allah Ta’ala pasti akan dimintai pertanggungjawaban pada waktunya.

Manfaat hidup sederhana senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala. Dengan hidup sederhana pasti akan selalu merasa cukup atas segala sesuatu yang diberikan oleh Allah. Selain itu, hidup yang penuh dengan kesederhanaan juga akan membuat selalu menggunakan segala sesuatu dengan bijak, seperlunya, dan tidak berlebihan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut yang menganjurkan umat-Nya untuk senantiasa bersyukur berikut ini.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152). (KH. Abdullah Gymnastiar)

____________________

daaruttauhiid.org