Kiat-Kiat Menemukan Kekurangan dan Kesalahan Diri

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kita bisa menemukan kekurangan dari diri kita dengan cara yang sangat dekat dengan keseharian kita. Karena dengan menemukan kekurangan diri sendiri sebetulnya agar kita bisa jadi orang yang lebih baik lagi. Biar kita bisa tahu sebetulnya kita itu gimana selama ini.

  1. Tafakuri Diri

Bagus kalau lihat foto diri sendiri, lihat foto tanya, kamu ini kira-kira jadi ahli surga atau neraka? Lihat foto sendiri. Mata ini mata ahli Qur’an atau mata maksiat, jadi lihat satu-satu. Ini mata pezina atau mata yang penuh berkah, telinga lebih senang mendengar kebaikan atau kemaksiatan, melihat mulut apakah mulut kira-kira akan meminum telaga Rasul atau pemakan buah zaqqum di neraka? Makin sering kita mengevaluasi diri kita maka semakin tahu siapa diri kita. Dipuji tidak akan bangga dicaci tidak akan terluka. Kita bangga karena kita tidak jujur dengan diri kita, kita terluka karena kita merasa mulia.

  1. Miliki Cermin

Yaitu orang-orang yang dekat dengan kita. Bisa suami, istri, dan sahabat dekat. Orang yang paling sering berjumpa dengan kita adalah aset karena mereka lebih banyak tahu tentang kita. Cermin itu mengatakan apa adanya, coba katakan badannya bau, ketiaknya bau, itu lebih baik daripada orang mengatakan emm .. harum, harum kambing. Itu juga kan sesuatu yang tidak enak. Kita lebih memerlukan orang yang mengatakan apa adanya daripada tidak apa adanya.

  1. Berguru Kepada Yang Ahli

Jadi seperti orang yang ke dokter, mencari tahu penyakit kita. Kalau ingin tahu penyakit hati kita maka kita harus datang ke ulama sholeh dan sahabat dekat yang baik, mereka akan memberitahu kekurangan kita. Makanya kita harus punya guru yang memantau dan mengingatkan kita.

  1. Manfaatkan Orang Yang Tidak Suka Kepada Kita

Jadi dalam hidup ini akan ada orang yang tidak suka kepada kita. Nabi Muhammad saja yang sempurna ada yang tidak suka, bagaimana mungkin kita yang buruk perangainya. Orang-orang yang benci ke kita adalah aset, karena mereka terus menerus yang mau menemukan kekurangan kita dengan ikhlas, kita udah tidur tapi mereka belum tidur karena terus terusan memikirkan kita, hanya kita yang ada dihatinya.  Dan setelah ia menemukan kesalahan kita dia umumkan, jadi kita lebih mudah tahu kesalahan kita. Jangan takut dengan orang tidak suka dengan kita tidak bahaya, takutlah  kita tidak suka dengan oranglain karena bisa jadi zalim.

Wallahu a’lam bishowab.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *