Muslim India Terus Protes Komentar Anti-Islam

KOLKATA – Muslim di seluruh India turun ke jalan untuk memprotes pernyataan anti-Islam oleh dua pejabat Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Narendra Modi. Bentrokan antara Muslim dan Hindu, serta demonstran dan polisi, terjadi di beberapa daerah dan sekitar 400 orang ditangkap oleh aparat.

Selama akhir pekan, Ketua Menteri Uttar Pradesh (UP) Yogi Adityanath memerintahkan pembongkaran semua bangunan yang dicurigai terlibat dalam kerusuhan minggu lalu. Termasuk rumah aktivis Muslim Mohammad Javed.

Dalam sebuah surat kepada jaksa agung, enam mantan hakim dan seorang pengacara senior mengutuk perusakan rumah Javed oleh pemerintah negara bagian. Mantan hakim dan pengacara meminta Mahkamah Agung untuk mengambil tindakan “menahan rusaknya hukum dan situasi ketertiban” di Uttar Pradesh.

“Langkah terkoordinir polisi dan pihak pengembang mengarah pada kesimpulan yang jelas bahwa penghancurkan sebagai bentuk hukuman ekstra-yudisial kolektif, yang disebabkan kebijakan negara bagian yang ilegal,” tulis mereka, Rabu (15/6/2022).

Pemerintah setempat mengatakan pembongkaran itu dibenarkan karena rumah itu dibangun secara ilegal. Javed juga tidak hadir dalam sidang kasus Mei lalu.

Polisi Uttar Pradesh mengatakan Javed juga terlibat dalam kerusuhan yang dipicu oleh protes baru-baru ini. Pengacara Javed, K.K. Roy mengatakan, keluarga yang tinggal di rumah tersebut tidak diberitahu hingga Jumat malam (10/6). Dua hari sebelum pembongkaran, bangunan itu milik istri Javed, bukan dia.

Penghinaan Nabi Muhammad oleh dua pejabat BJP pada Mei dan Juni memicu demonstrasi yang menyebar di kota-kota India utara dan timur. Partai menangguhkan juru bicaranya dan memecat pejabat lain karena komentar mereka.

Pemerintah Modi mengatakan mengutuk segala bentuk penghinaan terhadap agama apapun. Tetapi para kritikus mengatakan polarisasi agama India telah berkembang sejak Modi berkuasa pada tahun 2014. Sejauh ini, Modi belum mengomentari masalah tersebut.

Meskipun pemerintah India telah berusaha meredakan kemarahan masyarakat dengan menunjukkan rasa hormat terhadap semua agama. Pernyataan Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal tentang Nabi Muhammad terus menuai kritik diplomatik.

Pekan lalu, NDTV melaporkan bahwa setidaknya 16 negara telah secara resmi memprotes India atas pernyataan kontroversial tersebut. Negara-negara tersebut antara lain: Irak, Iran, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Oman, Malaysia. Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Afghanistan, Pakistan, Bahrain, Maladewa, Libya, Turki, dan Indonesia. (Wahid)

Red: WIN

_____________________________

daaruttauhiid.org

Ref: Republika, Merdeka