Pola Asuh Orangtua Terhadap Anak

Ada ungkapan, apabila anak nakal, tanyalah Ibunya, dna apabila ana lapar tanyalah Bapaknya. Hal ojni mengandung arti betapapentingnya peran orantua dalam pembentukan pribadi anak, secara fisik maupun psikologis. Dalam hal ini orangtau dapat mewarnai kehidupan anak.

Pengaruh orangtua terhadap anak dpaat kita lihat dari pola asuhnya. Dengan pola asuh yang baik dari orangtua, anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya, sehingga tentu pola asuh orangtua akan menentukan masa depan anak. Karena lingkungan keluarga, oragtua merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Pertama, karena seorang anak mendapat pendidikan pertamkali dari orantuanya. Lalu, dikatakan utama, maksudnya pendidikan dilingkungan keluarga merupakan pondasi bagi pendidikan selanjutnya diluar lingkungan keluarga.

Pola asuh ornagtua terhadap anak dari generasi ke generasi berikutnya mengalami perubahan, yang terjadi seiring dengan perkembangan zaman dan pergeseran nilai dalam masyarakat. Setiap keluarga akan menerapkan dan mengembangkan pola asuh yang berbeda. Ada orangtua yang menerapkan pola asuh yang cenderung otoriter, komunikasi orangtua dan anak hanya satu arah. Orangtua telah menetapkan seperangkat aturan yang harus dipathhi dna dilaksanakan anak. Orangtuas eperti ini sering mendiktekan keinginannya cheeped anak, baik yang ahrus dilakukan anak tau yang mesti dihindarinya. Sehingga hubungan orangtua dan anak terasa kakku, tidak begitu akrab. Anak seringkali takut dalam mengemukakan pendapatnya, karena orangtua kurang begitumenghiraukan opini atau gagasan anak. Kreativitas dandaya nalar anak kuang berkembang sebagaimana mestinya.

Pola asuh lainnya, yaitu orangtua yang bersikap moderat. Komunikasi terjalin dua arah, dan berlangsung terbuka. Ornagtau sangat terbuka menerima masukan dna kritikan dari anaknya, artinya anak bebas mengeluarkan pendapatnya. Orangtua menganggap anaknya sebagai sahabat atau teman diskusi,s ehingga apapun yang disampaikan orngataua, anak kerap dimintai tanggapannya. Disini orangtua tidak selalu merasa paling benar. Antara orangtua dan anak saling menyadari segala kelebihan dan ekurangan amsing-masing,sehingga timbul saling mengisi dan emperbaiki diri, Insya Allah.

Untuk menciptakan komunikasi dua arah ini tentu diperlukan kebesaranjiwa dari ornagtua. Begitupun dari piahakanak, harus tetap menjunjung tinggi adab kesopanan terhadpa orangtua. Sehingga diperlukan sekali adanya saling memahami diri dna menghormati posisi masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, pola asuh diatas tidaklah berlaku mutlak Secara umum seringkali terjadi perpaduan antaa pola yangsatu dengan pola yang lain, dan orangtua dapat mencari sisi positif dari berbagai pola yang ada, hingga akhirnya menemukan pola asuh yang tepat bagi anaknya.

Dalam menentukan pola asuh terhadap anak, orangtua dapat dipengaruhi oleh beberapa sebab, baiak dari diri ornagtua sendiri maupun dari luar diir orangtua. Bebrapa pengaruh tersebut, antara lain; pertama, pendidika n orangtua. Semakin tinggi pendidikan, pengetahuan orangtua,maka akan semakin banyak hal yang dapta dipertimbangkan. bEgiut pula halnya dalam menentukan pola asuh yanga kan diterakan.

Kedua, pengalamana. Melakasanakan pola asuh dapat berdasarkan pengalaman, pribadi atau dair ornaglain. Pengalaman pribadi waktu dahlu diasuh orangtua, sedang pengalaman dari orang lain, dengan meminta pendapat atau melihat pola asuh keluarga lain. Ketiga, prinsip hidup juga mempengaruhi ornagtua dalam menentukan pola asuh abgi anak-anaknya. Pola asuh juga terbentuk atas dasar prinsip hidup sebuhakeluarga. Setiap keluarga mempunyai komimen bersdama dalam mengauh dan mendidik anak.

Ke-empat, sosial budaya. Adat istiadat suatu daerah berperan dlaam menentukan pola asuh orangtua terhadap anak. Dan bila pola asuh berdasarkan adat istiadat ini berlangsung lama, maka akan terjadi suatu kebiasaan pola asuh keluarha sesuai asal daerah masinbg-masing. Dan, kelima, ekonomi keluarga pun turut berpengaruh. Keluarga dari kalangan kaya tentu akan berbeda pola asuhnya dnegan keluarga yang miskin. Orangtua kaya biasanya cenderung atau bisa jadi memanjakan anak-anaknya. Sebaliknya, orangtua yangmiskin kan menerapkan pola asuh dnegna kondisi yang lebih sederhana.

Dalam menentukan pola asuh terhadap anak, seyogyanya disesuaikan denagn kondisi masing-masing keluarga. Yang terpenting adlaah pola asuh yang diterapkan membuat anak dapat berkembang baik sebagaimana yang diharapkan orangtua, menjadi anak shalih. (Drs. Sukmana)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *