SEMANGAT BERBUAT KEBAIKAN KEPADA SIAPAPUN

Sahabat yang dirindukan Allah dan Rasul-Nya.

Dihari-hari puasa kita berniat dengan sepenuh RASA dihati dan segenap jiwa dan raga untuk mengejar target menuju Rahmat-Nya di hari 10 pertama Ramadhan ini dengan cara Semangat dalam kebaikan kepada siapapun

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus: 26).

Allah Swt memberi kabar, bahwa sesungguhnya siapa saja yang memperbaiki niat yang disertai perbuatan baik kita dalam kehidupan dunia ini dengan iman dan amal shalih, untuknya kebaikan di akhirat kelak

Sebagaimana Allah Swt berfirman yang artinya:

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman: 60).

Yaitu, akan dilipat gandakan pahala amal-amal kita dengan sepuluh kali lipat, sehingga tujuh ratus kali lipat dan Termasuk juga apa yang Allah berikan kepada mereka di surga, berupa istana, bidadari, keridhaan untuk mereka, juga apa yang dirahasiakan untuk mereka, berupa qurratu a’yun (macam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata).

Sahabatku subhanalloh Kelak akan dibuka mata kita sehingga saat itu yang paling istimewa adalah melihat wajah Allah Yang Maha Mulia.

Karena sesungguhnya hal itu adalah karunia yang paling agung dari semua yang Allah berikan, dan hanya karena karunia Allah dan rahmat-Nya sajalah kebaikan kita sekecil apapun tidak akan disia-siakan balasanya adalah syurga.

Telah diriwayatkan sanad dari Abu Bakar ash-Shiddiq, Hudzaifah bin al-Yaman, `Abdullah bin `Abbas, Qatadah, as-Suddi dan yang lainnya dari ulama salaf dan khalaf. Dan telah banyak hadits yang membicarakan hal itu dari Rasulullah saw. diantaranya adalah diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Shuhaib bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. membaca ayat ini: (“Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik yaitu syurga dan tambahannya.”) beliau bersabda:

“Bila ahli surga telah memasuki surga dan ahli neraka telah memasuki neraka, maka ada seorang penyeru yang memanggil: ‘Hai ahli surga sesungguhnya kamu mempunyai apa yang telah dijanjikan di sisi Allah, Allah ingin memenuhinya untuk kalian.’ Maka mereka berkata: `Apa itu, bukankah Allah telah memberatkan timbangan (amal baik) kami, memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?’” Rasulullah saw. bersabda: “Maka dibukalah hijab untuk mereka, lalu mereka melihat kepada wajah-Nya, maka demi Allah, tidak ada sesuatu pun yang Allah berikan kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka dan lebih menyenangkan mereka daripada melihat kepada wajah-Nya.” (HR. Muslim).

Firman-Nya (“Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam.”) Maksudnya, debu-debu hitam di padang Mahsyar, sebagaimana wajah-wajah orang kafir dan pendusta-pendusta yang penuh kotoran dan debu. (“Dan tidak pula kehinaan.”) Maksudnya, hina dan rendah, yaitu mereka tidak mendapatkan kehinaan, baik yang bersifat lahir maupun batin, …
[05:17, 5/27/2018] IRMANSYAH DAHLAN THALIB: Assalamualaikum Salam Wr.Wb.
RAMADHAN HARI KE 7

TOTAL BERGANTUNG KEPADA ALLAH SWT

Patutkan kalian mengambil pelindung selain Allah, yang tiada kuasa memberi manfaat ataupun mudhorat kepada dirinya sendiri?

Selama kita bergantung kepada selain dari Allah Swt maka pasti sangat membuat hati kita kecewa, sedangkan apa yang ada ditangan manusia akan segera hilang dan tidak kekal abadi.

Ingin segera keluar dari jeratan masalah adalah keinginan semua orang, tapi cara dalam menyikapi masalah dengan sikap salah adalah masalah baru, maka semua masalah kita bungkus lalu serahkan sepenuhnya kepada Allah Swt melalui sikap terbaik kita, semoga segera datang pertolongan-Nya.

Ketika Nabi Musa Alaihissalam berjalan menuju bukit Thursina ingin melihat Allah, apa yang dikatakan Allah Swt kepadanya?

Lepaskan saja alas kakimu, engkau berada dilembah muqoddas tuwa, Apakah Muqoddas Tuwa? Lembah yang suci, apa artinya? Lepaskan persepsi, lepaskan pemikiran yang berat dan sulit, lepaskan belenggu dihati, lepaskan segala masalah yang ada dalam hidup ini.

Zerokan hatimu dan fikiranmu dari segala yang menghimpit.
Sebagaimana Nabi Ibrahaim Alaihissalam men-Zerokan dengan melepas persepsi negatif disaat harus menyembelih putranya Ismail Alaihissalam, bahkan disaat harus Siti Hajar berlari dari bukit shofa menuju marwah dengan membawa bayinya yang sedang kehausan, tidak ada rumah, tak ada air, tak ada tumbuh-tumbuhan yang teduh, tidak ada manusia dan juga tak ada pusat perbelanjaan, karena Zero hati dan fikirannya, maka datanglah pertolongan Allah Swt dengan keluarnya Air Zam-Zam.

Begitupun Nabi Muhammad Saw, beliau siap UMMI dan bahkan siap dikatakan GILA dan bahkan dilempari kotoran unta, di usir dari kampung halamannya, dipisahkan dengan keluarganya, bahkan dihina dan direndahkan, semuanya adalah ZERO, lalu apa yang terjadi?

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS.An-Nasr Ayat 1-3).

Penulis Ust. Ahmad Ramdhani