Sering Istigfar, Dapat Apa ?

Saudara sekalian. Jika kita naik mobil kemudian melihat kacanya kotor, kira-kira hati kita tenang atau gelisah hadirin sekalian? Dan apa yang akan kita lakukan ketika melihat situasi seperti itu, sibuk memikirkan jalan atau sibuk membersihkan kaca? Maka seharusnya kita fokus untuk membersihkan kaca. Jadi analoginya adalah bukan kita yang bisa melihat jalan, tetapi kita terhalang melihat jalan karena kotoran.

Kurang lebih seperti itulah kehidupan ini, jadi setiap maksiat itu akan menjadi satu noda yang kena cermin hati. Semakin banyak maksiat yang kita lakukan maka semakin tertutup cermin hati kita. Bila hati kita tertutup oleh maksiat maka kita pasti akan gelisah, cemas, dan tidak bisa melihat jalan kebenaran yang telah Allah siapkan. Ingat hadirin, bukan karena tidak ada jalan akan tetapi tidak telihat jalan kebaikan itu karena dosanya.

Maka penting bagi kita untuk menghapus kotoran atau dosa tersebut. Salah satu penghapusnya adalah dengan membaca istigfar. Suatu saat Al-Qurthubi dari Imam Hasan Al-Basri  menceritakan, beliau ingin sekali pergi ke negeri Syam, dimana perjalanan yang sangat jauh. Kemudian sampai disana ia ikut sholat bersama yang lainnya, sesudah itu ada yang datang menghampirinya kemudian bertanya dan minta saran, “Syeikh, negeri kami kekeringan air dan tidak ada hujan, amalan apakah yang perlu kami lakukan? Agar tanah kami subur kembali.” Kemudian Hasan Al-Basri menjawab: “Perbanyaklah amalan Istigfar, mohon ampun kepada Allah”.

Tidak lama kemudian datang lagi tamu dan bertanya, “Syeikh, saya ini kesulitan keuangan, saya miskin sekarat. Adakah amalan yang membuka pintu rezeki” kemudian oleh beliau dijawab: “Perbanyaklah istigfar”.  Kemudian datang lagi yang lain dan bertanya, “syeikh, saya sudah lama menikah, tetapi belum memiliki anak. Adakah amalan yang dilakukan supaya saya punya anak?” lalu Syeikh menjawab: “Perbanyak istigfar”. Terakhir ada yang bertanya lagi, “Wahai Syeikh, kebun saya rusak dan panen gagal. Adakah amalan yang menyuburkan semua ini?” lalu Syeikh menjawab lagi: “Perbanyak istigfar”.

Semua kita sebagai manusia atau makhluk yang tidak luput dari dosa, salah, dan lupa, senantiasa mengucapkan kalimat “Astagfirullahal ‘adziim”. Agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Ta’ala, Aamiin. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *