Wajib Diketahui, Beda Affiliate dan Reseller

Sudah tahukah Anda kalau affiliate dan reseller itu beda? Nah, kalau jawabannya belum tahu, ada baiknya menelaah tulisan berikut ini yang akan membahas beda affiliate dan reseller. Apalagi jika Anda hendak serius menekuni kedua bisnis tersebut, pemahaman secara menyeluruh haruslah dimiliki.

Mengapa? Karena dengan pemahaman yang benar, resiko ketika menggelutinya dapat diminimalisir. Anda pun dapat memaksimalkan setiap kelebihan dari kedua profesi itu, yakni sebagai seorang affiliate atau seorang reseller. Kedua-duanya dapat memberikan keuntungan berlipat, tapi dengan syarat memahami seluk-beluk terkait bisnis tersebut.

Bisnis Affiliate Marketing
Kalau Anda jeli dan update terhadap perkembangan dunia bisnis saat ini, khususnya bisnis online, Anda pasti punya kesimpulan serupa bahwa affiliate marketing termasuk bisnis yang sedang digemari. Banyak pelaku bisnis, baik itu pemula atau sudah berpengalaman yang tertarik serius menekuninya. Apalagi bisnis affiliate marketing menawarkan kemudahan bagi pemula untuk cepat mempelajarinya, dan peluang memiliki pundi-pundi rupiah dalam jumlah besar.

Affiliate marketing dalam kaitannya dengan bisnis online, sederhananya digambarkan bagaimana Anda merekomendasikan suatu produk barang/jasa kepada orang lain. Ada dua hal penting yang harus digarisbawahi di sini, dua hal yang membedakan affiliate marketing dengan bisnis lainnya.

Pertama, Anda bukanlah penjual. Ini artinya tidak ada transaksi jual-beli dengan konsumen ketika menawarkan produk. Tugas atau kerjaan Anda adalah menemukan calon pembeli yang berminat membeli atau menggunakan produk tersebut. Caranya, Anda melakukan berbagai tindakan promosi, rekomendasi, atau referensi tentang kelebihan-kelebihan dari produk yang di-affiliate-kan. Keuntungan atau komisi diperoleh dari setiap transaksi jual beli antara konsumen dengan pemilik produk, itu dikarenakan konsumen tertarik membeli produknya atas promosi atau rekomendasi dari Anda.

Lalu kedua, Anda tidak memiliki produk barang/jasa yang ditawarkan kepada pembeli. Termasuk Anda juga tidak menyimpan sementara atau memiliki produk itu untuk dijual kembali. Makanya, dalam bisnis online, seorang affiliate cukup bermodalkan laptop atau pc (komputer personal/pribadi) yang terkoneksi dengan internet. Ditambah dengan beberapa software penunjang, dan kemampuan mengisi content/isi web atau blog affiliatenya dengan hal-hal yang menarik.

Seorang affiliate yang telah lama berkecimpung di bisnis ini, lazimnya membidik pasar internasional untuk mempromosikan produknya. Apalagi dengan kelebihan bisnis online yang berbasis pada teknologi internet, kendala jauhnya jarak dan tempat dapat dengan mudah diatasi. Peluang bisnis pun bisa kapan saja terjadi. Tapi kekurangannya, affiliate marketing bukanlah bisnis instan/cepat mendapat keuntungan. Selain tingkat kompetitif sesama affiliate sangat tinggi, bisnis ini perlu keuletan dan kemampuan teknis seperti blogging atau pemasangan iklan yang hebat. Tanpa kedua hal itu (keuletan dan kemampuan teknis), kegagalan akan sangat mungkin dialami.

Jadi, sederhananya affiliate marketing adalah bisnis rekomendasi. Hal ini yang membuat seorang affiliate tidak terlalu membutuhkan kemampuan handal dalam menjual, dan tidak butuh modal besar ketika memulai bisnisnya. Dengan kata lain, affiliate marketing adalah jenis bisnis yang kecil resikonya tapi besar peluang keuntungannya.

Beda Affiliate dan Reseller
Setelah memahami apa itu affiliate marketing, kiranya telah tergambar jelas beda affiliate dan reseller. Ini karena, reseller merupakan kebalikan dari affiliate. Reseller adalah seorang pedagang, baik itu ketika ia membeli suatu produk dari pemilik produk/produsen kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi, atau tidak membeli produk tapi membantu pemilik produk menjualnya dengan harga yang telah disepakati.

Bisnis ini jelas membutuhkan modal yang tidak sedikit. Perencanaan jenis produk yang hendak dijual kembali harus diperhitungkan dengan cermat. Jika tidak, resiko mengalami kerugian sangat besar. Pun sebaliknya, seorang reseller dapat lebih mudah memperkirakan keuntungan yang akan diperolehnya daripada seorang affiliate.

Nah, setelah mengetahui beda affiliate dan reseller semoga bisa memandu Anda untuk menentukan pilihan bisnis yang tepat. Apa pun pilihan Anda, lakukan dengan perencanaan yang matang dan senantiasa semangat menjalaninya. (daaruttauhiid)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *