Berita Negatif Akan Merusak Diri

Kita hampir setiap saat mendengar dan membaca berita. Disungguhi dengan berita yang menyedihkan, mencemaskan, dan bahkan menakutkan. Hari ini sudah 38.000 orang yang terdeteksi virus covid-19 per harinya. Kalau tidak hati-hati kita membawa pikiran dan hati diri sendiri maka kita akan menjadi orang yang terus menerus berada dalam ketegangan, kecemasan, dan ini sangat buruk bagi kesehatan mental, pikiran dan fisik kita juga, yang kemudian bisa menular kepada yang lain.

Kita harus sangat menyadari bahayanya berita-berita yang menyedihkan, yang negatif, yang mencekam, dan yang mencemaskan terhadap diri kita sendiri, yaitu lahir dan batin.  Tapi kita juga memang tidak bisa menghindari bahwa berita pasti akan ada, namun ada yang perlu dilakukan.

Pertama, lebih disiplin dalam membuka berita-berita, tidak hanya sekedar penasaran atau rasa ingin tahu saja terhadap berita-berita yang mencemaskan, karena pada dasarnya otak ini lebih dominan menyukai berita yang negatif, makanya sebagian media yang tidak bertanggung jawab lebih sering mengekspos berita negatif.

Jadi pilih berita-berita yang penting dan berguna, jika merasa tidak penting segera hindari dan jika tidak ada manfaat tutup berita tersebut, seperti berita pembunuhan, kematian, pembakaran, dan lain-lainnya. Jadi harus disiplin dalam menginput berita-berita yang akan dimasukan kedalam diri kita.

Kedua, setiap berita yang menyedihkan, yang tidak menyenangkan, dan yang bisa membuat hati kita jadi galau, segera tambal dengan kebaikan. Kebaikan berupa zikrullah, kebaikan berupa do’a yang tulus, yang benar-benar membuat harapan dan lisan kita sama, maka yang tadinya berita sedih akan diubah oleh Allah menjadi sesuatu yang positif pada diri kita, karena kita melakukan sesuatu hal yang baik. Lebih bagus lagi kirim voice note langsung kepada yang bersangkutan, sesuatu yang bisa membuat seseorang menjadi sabar, lebih tegar, dan hal yang positif.

Yang ketiga, mari tenggelamkan diri kita dalam rasa syukur, syukur, dan syukur. Sekecil apapun kita syukuri, dan sebelum tidur biasakan untuk taubat meminta ampunan kepada Allah kemudian dilanjutkan rasa syukur, maka ini sangat menenangkan. (KH. Abdullah Gymnastiar)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *