(Edisi Idul Adha) Mengenal Sosok Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam adalah Nabi yang namanya selalu disebut dalam sholat ketika tasyahud awal dan tasyahud akhir. Nabi yang diberi gelar “Uswatun Hasanah”. Lantas siapakah dan bagaimanakah sosok atau pribadi Nabi Ibrahim  ‘Alaihissalam?.

Ibnu Katsir melalui kitabnya, Bidayah wa al-Nihayah, menjelaskan, Nabi Ibrahim lahir di Babilonia yang termasuk wilayah Irak. Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim lahir di Damaskus, ada yang berpendapat di Harran, dan ada pula yang mengatakan di Ahwaz.

Nabi Ibrahim merupakan Rasul keenam yang wajib diketahui dan yang tergolong ke dalam lima Rasul ulul azmi. Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai Nabi yang membangun ka’bah yang saat ini dijadikan arah kiblat shalat bagi seluruh umat Islam diseluruh dunia. Nabi Ibrahim membangun ka’bah bersama putranya yang bernama Ismail.

Kehidupan Nabi Ibrahim selalu berpindah dari satu cobaan ke cobaan lain, episode kehidupannya memang penuh dengan ujian. Kemampuannya dalam melewati cobaan tersebut  merupakan alasan yang layak untuk menyandang gelar ‘ulum azmi dari Allah Ta’ala. Dimulai dari kisah Nabi Ibrahim bagaimana perjalanannya mencari Tuhan yang patut disembah, karena sesembahan yang disembah oleh kaumnya itu bukanlah sesembahan yang seharusnya disembah.

Puluhan tahun lamanya tidak dikarunia satupun anak, setelah diberi anak dari istrinya yang bernama Siti Sarah pada usia 90 Tahun, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya, yaitu Ismail, namun dengan seizin Allah Nabi Ismail digantikan dengan kambing gibas atau domba saat Nabi Ibrahim akan menyembelihnya. Hari tersebut dijadikan sebagai Hari Raya Idul Adha yang menjadi pengingat bagi umat Islam atas ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap perintah Allah.

Perjuangan Nabi Ibrahim ketika mengahancurkan seluruh berhala yang dijadikan sesembahan oleh kaumnya, sehingga harus berhadapan dengan Raja Namrud karena perbuatan yang Ia lakukan. Nabi Ibrahim dihukum dengan dimasukkan ke dalam bara api yang menyala. Namun dengan seizin Allah, Nabi Ibrahim selamat. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an,

“Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi.” (QS. Al-Anbiya’: 68-70).

Wallahu a’lam bishowab

(Shabirin/Win)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *